Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Awal 2026 Nihil PMK, DKPP Kota Madiun Perketat Vaksinasi Ternak

Erlita H • Kamis, 22 Januari 2026 | 16:00 WIB
DISUNTIK: Petugas DKPP Kota Madiun melakukan vaksinasi hewan ternak sebagai langkah pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK). DOK RADAR MADIUN
DISUNTIK: Petugas DKPP Kota Madiun melakukan vaksinasi hewan ternak sebagai langkah pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK). DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun memastikan belum ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak hingga pertengahan Januari 2026.

Kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah di Madiun Raya yang mulai mencatat peningkatan kasus PMK.

Subkoordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Madiun drh Margaretha Dian Wartiningdyah mengatakan, pemantauan intensif dilakukan sejak awal tahun.

Hingga 21 Januari, hasil pengawasan masih menunjukkan nol kasus.

“Dari awal tahun sampai 21 Januari belum ada temuan PMK di Kota Madiun,” ujarnya, Kamis (22/1).

Sebagai catatan, sepanjang 2025 lalu DKPP mencatat lima kasus PMK.

Penanganan dilakukan dengan memisahkan ternak sakit dari ternak sehat, disertai pemberian antibiotik secara berkala setiap tiga hari hingga kondisi pulih.

Proses penyembuhan rata-rata berlangsung sekitar dua pekan.

Margaretha menjelaskan, PMK merupakan penyakit yang menyerang mulut dan kuku hewan ternak.

Gejala awal ditandai hilangnya nafsu makan, munculnya luka atau lesi di gusi dan mulut, yang dapat menjalar ke bagian kuku.

Pada kondisi berat, ternak bisa tidak mampu berdiri dan berujung kematian.

Meski demikian, ia menegaskan PMK tidak menular ke manusia.

“PMK bukan penyakit zoonosis. Hewan yang terinfeksi tetap aman dikonsumsi selama disembelih sesuai prosedur,” jelasnya.

Untuk pencegahan, DKPP Kota Madiun terus menggencarkan vaksinasi rutin serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada peternak.

Edukasi dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk grup WhatsApp peternak, agar deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat.

“Kalau ada indikasi PMK, peternak kami minta segera melapor. Kami akan langsung melakukan penanganan,” pungkas Margaretha. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#madiun raya #kesehatan hewan #penyakit mulut dan kuku #dkpp kota madiun #vaksinasi ternak #madiun #peternak Madiun #PMK Kota Madiun