MADIUN – Langkah Fairysyauqi Chelsea Haryanto di dunia modeling berawal dari panggung sederhana.
Tahun 2023, ia diminta membantu teman satu jurusan busana sebagai model catwalk busana di sekolah menengah.
Dari panggung kecil itulah, jalannya perlahan terbuka.
Sejak saat itu, peragaan busana dijalaninya secara rutin setiap tahun.
Tak berhenti di catwalk, gadis yang akrab disapa Ichel itu mulai merambah dunia modeling kecantikan dan rias wajah.
Seusai lulus dari SMKN 4 Madiun pada 2025, ia kian intens berkolaborasi dengan para make up artist (MUA).
Warga Jalan Ki Ageng Selo, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, tersebut kini kerap dipercaya menjadi model berbagai konsep rias.
Mulai busana adat, pengantin, hingga make up artistik.
Pekerjaan datang dari berbagai daerah, seperti Madiun, Magetan, Ponorogo, hingga Ngawi.
Di tengah aktivitas modeling, Ichel juga menempuh pendidikan semester II di Politeknik Madiun, jurusan pemasaran digital.
Ia piawai membagi waktu. Kuliah dijalani Selasa hingga Jumat, sementara pekerjaan modeling diambil saat akhir pekan.
“Menurutku ini passion. Setiap jadi model rasanya happy. Kayak hobi yang dibayar,” ujar anak tunggal pasangan Rofik Haryanto dan Samsiyah Putri itu.
Bagi gadis berusia 19 tahun tersebut, pengalaman paling berkesan dari dunia modeling adalah bertemu banyak orang baru.
Relasi yang terus bertambah membuatnya semakin menikmati peran sebagai model andalan para MUA.
“Aku memang suka ketemu orang dan hal-hal baru,” katanya.
Di balik gemerlap lampu dan riasan tebal, Ichel tetap menjaga kesehatan tubuh dan kulit wajah agar terhindar dari breakout.
Ia juga menaruh perhatian besar pada sikap dan etika kerja.
“Attitude itu penting. Kalau sampai dicap buruk, nama kita bisa cepat menyebar,” ujarnya.
Dengan tinggi badan 168 sentimeter, Ichel mengaku tetap menjadi pribadi yang patuh pada arahan orang tua.
Ia sempat bercita-cita menjadi pramugari dan pernah mempertimbangkan sekolah penerbangan.
Namun untuk saat ini, ia memilih fokus menuntaskan kuliah, dengan modeling sebagai pekerjaan sampingan yang terus dijalani sepenuh hati.
“Jangan takut mulai hal baru. Kalau tidak dicoba, kita tidak akan tahu peluang apa yang bisa datang,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto