Jawa Pos Radar Madiun – Pengamanan rangkaian Parapatan Lulur di Padepokan Agung PSHT Pusat Madiun dikawal ketat aparat.
Polres Madiun Kota menerjunkan 1.500 personel. Pengamanan berlangsung hingga 8 Februari.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, personel disebar di sejumlah titik krusial, termasuk jalur masuk-keluar Kota Madiun.
Polisi juga meminta bantuan personel dari Polres Madiun, Magetan, Nganjuk dan memperkuat pasukan dengan dukungan Satbrimob Polda Jatim.
“Total personel sekitar 1.500. Ada perbantuan dari polres penyangga dan Brimob dua batalion,” ujar Wiwin saat ditemui di sekitar Jembatan Sambirejo, Kamis (5/2).
Selain aparat, pengamanan juga melibatkan unsur perguruan pencak silat yang tergabung dalam Satgas Sentot Prawirodirjo. Sekitar 160 personel dilibatkan untuk membantu menjaga situasi kondusif.
Adapun pengamanan dilakukan dengan skema tiga ring.
Ring 1 difokuskan di area padepokan. Ring 2 di titik-titik yang dianggap rawan.
Sedangkan ring 3 melakukan patroli dan pemantauan pergerakan massa.
Wiwin menegaskan, pengerahan pasukan besar bukan tanpa alasan.
Kepolisian mempertimbangkan riwayat gangguan keamanan yang pernah terjadi dalam delapan tahun terakhir.
Ditambah, munculnya narasi provokatif di media sosial menjelang kegiatan parluh.
“Ini upaya kami memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kota Madiun maupun masyarakat yang datang,” tegasnya.
Sebelumnya, polisi juga sempat memukul mundur massa yang mencoba memasuki area padepokan melalui Jembatan Sambirejo.
Massa diminta kembali karena tidak menyampaikan pemberitahuan kegiatan sesuai aturan.
“Kami kembalikan secara baik-baik, humanis, dan profesional. Karena kegiatan yang tidak ada pemberitahuan itu berpotensi mengganggu ketertiban umum,” kata Wiwin.
Aksi massa tersebut sempat memicu kemacetan parah di Jalan Raya Madigondo.
Aktivitas warga yang hendak bekerja dan anak sekolah ikut terdampak.
Bahkan, para siswa SMPN 7 Madiun dan SMKN 5 Madiun dipulangkan lebih awal, sedangkan SDN 03 Nambangan Kidul diliburkan. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto