Jawa Pos Radar Madiun – RSUD dr Soedono Madiun mencatat prestasi tingkat nasional.
Rumah sakit milik Pemprov Jatim itu meraih predikat Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam ajang SAKIP dan Zona Integritas (ZI) Award 2025 yang digelar Kementerian PAN-RB.
Selain RSUD dr Soedono Madiun, penghargaan serupa juga diraih RSUD Haji Provinsi Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, predikat WBBM bukan sekadar penghargaan administratif.
Tetapi hasil dari proses panjang pembenahan budaya kerja birokrasi, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti kesehatan.
’’Reformasi birokrasi harus menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih transparan, dan lebih pasti bagi masyarakat,’’ ujar Khofifah saat acara penghargaan di Jakarta, Rabu (11/2).
Menurut Khofifah, sektor kesehatan memiliki posisi strategis karena menyangkut pemenuhan hak dasar masyarakat.
Karena itu, integritas tata kelola rumah sakit harus menjadi fondasi utama agar layanan publik berjalan profesional dan akuntabel.
Dia menyebut rumah sakit merupakan representasi nyata kehadiran negara.
Ketika sistemnya bersih dan tata kelolanya kuat, masyarakat akan merasakan pelayanan yang lebih bermutu dan manusiawi.
Pemprov Jatim mencatat, hingga 2025 terdapat 10 unit kerja yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan dua unit kerja meraih predikat WBBM.
Selain itu, seluruh perangkat daerah dan unit kerja telah mencanangkan pembangunan zona integritas.
Menteri PAN-RB Rini Widyantini menambahkan, pembangunan zona integritas menjadi strategi utama untuk membangun budaya kerja berintegritas di instansi pemerintah.
’’Pada tahun 2025, sebanyak 297 instansi pemerintah berpartisipasi dalam pembangunan zona integritas. Sebanyak 133 unit kerja berhasil meraih predikat WBK dan/atau WBBM,’’ terangnya.
Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr. Ananda Haris, Sp.BS., MARS., menegaskan predikat WBBM bukan titik akhir.
Melainkan komitmen yang harus dijaga terus-menerus.
’’Predikat ini harus berkelanjutan, konsisten, dan terus berkomitmen. RSUD dr Soedono adalah pelayanan publik dengan jumlah layanan besar. Sehari bisa mencapai 1.500. Kami semua harus gotong royong mempertahankan status WBBM ini,’’ tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto