Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca tak menentu di Kota Madiun rawan memicu bencana.
Salah satunya pohon tumbang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disperkim Kota Madiun bertahap mulai memangkas pohon-pohon besar di jalur protokol.
Kabid Prasarana Utilitas Umum, Pertamanan, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Andi Anto mengatakan, pemantauan dilakukan di sejumlah ruas jalan.
“Ini antisipasi musim hujan ke depan,” ujarnya, Rabu (18/2).
Selain menyisir jalur protokol, pihaknya juga menindaklanjuti laporan masyarakat.
Setiap laporan dicek langsung ke lapangan.
“Kalau memang benar-benar rawan, segera kami tangani,” tegasnya.
Salah satu titik yang sudah ditangani yakni Jalan Lombok.
Penanganan dilakukan sejak pekan lalu.
Menurut Andi, pohon di sepanjang Jalan Lombok memang terlihat rimbun.
Namun, sejumlah pohon memiliki akar yang mulai muncul ke permukaan.
“Banyak akar yang ke atas juga. Pohonnya terlalu tinggi,” katanya.
Andi menegaskan, penebangan maupun pemangkasan tidak dilakukan sembarangan.
Ada indikator yang menjadi dasar penanganan.
Mulai dari kekuatan perakaran, kondisi batang, hingga ranting-ranting di bagian atas.
Bila ditemukan banyak ranting lapuk, penanganan dilakukan segera.
“Kalau banyak yang lapuk, segera kami tangani,” imbuhnya.
Langkah ini juga untuk mencegah kejadian serupa pohon tumbang yang sempat menimpa mobil di Jalan Soekarno-Hatta.
Menurutnya, pohon di Soekarno-Hatta sebenarnya sudah dipangkas sebelumnya.
Namun, kondisi perakaran menjadi faktor yang sulit dipastikan.
“Karena kita keterbatasan untuk mengejar sejauh mana perakarannya itu bisa masuk ke dalam tanah,” terang Andi Anto.
Dia menyebut, mayoritas pohon jalur protokol sudah dipangkas pendek.
Namun, masih ada beberapa ruas yang menjadi perhatian.
Di antaranya jalur ring road dan Jalan DI Panjaitan.
Di dua titik itu masih banyak pohon besar dan tinggi.
“Kami rencanakan pemangkasan pemotongan ketinggian,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto