Jawa Pos Radar Madiun – Pondok Pesantren (Ponpes) Kanzul Ulum di Jalan Sri Rejeki, Sukosari, Kartoharjo, konsisten mempertahankan identitas sebagai pesantren untuk santri dhuafa dan yatim.
Sejak berdiri 1980, pondok tersebut membuka akses pendidikan agama bagi keluarga tidak mampu.
Pengasuh Ponpes Kanzul Ulum 2 Miftahul Huda mengatakan, sejak awal biaya pendidikan dijaga tetap terjangkau.
“Ngaji atau mondok di sini dari dulu memang terkenal khusus untuk anak-anak dhuafa dan yatim,” ujarnya, Jumat (20/2).
Kanzul Ulum memadukan pendidikan agama dan keterampilan hidup.
Saat ini fokus utama pada penguatan kitab kuning dan tahfidzul Quran.
Materi dasar seperti fikih, nahwu, dan sharaf diajarkan bertahap sesuai jenjang santri.
“Pelajaran fikih dan nahwu sharaf kami mulai dari dasar,” jelasnya.
Selain itu, pondok mengembangkan keterampilan menjahit dan otomotif sebagai bekal advokasi kerja.
SPP pun relatif terjangkau, berkisar Rp 200–300 ribu per bulan.
Bahkan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Alquran bisa mendapat dispensasi hingga gratis.
Saat ini jumlah santri sekitar 100 orang, berasal dari Madiun Raya hingga luar pulau seperti Jambi dan Lampung.
Selama Ramadan, aktivitas dipadatkan. Pengajian dimulai selepas sahur hingga malam hari.
“Istirahat hanya sebentar. Kami full untuk pengajian kitab dan hafalan,” tegasnya.
Ia berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat adab dan akhlak santri.
“Kalau adab dan perilakunya sudah baik, Insya Allah ilmu-ilmu yang lain juga baik,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto