Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi buka bersama di lingkungan Pemkot Madiun resmi ditiadakan selama Ramadan tahun ini.
Sebagai gantinya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan turun langsung ke masyarakat membagikan takjil.
Instruksi tersebut ditegaskan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun.
Program berbagi takjil digelar selama 30 hari di 30 titik berbeda.
Setiap OPD mendapat lokasi pembagian masing-masing.
Selain di jalan protokol, pembagian juga menyasar panti asuhan, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, hingga Masjid Agung Baitul Hakim.
“Saya tiadakan open house. Semua saya arahkan langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya, Minggu (22/2).
Menurut Bagus, kebijakan itu bertujuan agar program pemerintah benar-benar dirasakan warga sekaligus memberi kesempatan OPD melihat kondisi masyarakat secara langsung.
Tak hanya berbagi takjil, pemkot juga menggulirkan program Harmoni Ramadan dan Bazar UMKM.
Pelaku UMKM binaan Disnaker KUKM difasilitasi berjualan di Pahlawan Business Center (PBC).
Area tersebut juga dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah, banjari, hadroh, hingga penampilan siswa SD dan SMP saat ngabuburit.
“Kami siapkan lapak di PBC sekaligus ruang ekspresi untuk adik-adik sekolah,” jelasnya.
Di sisi lain, pemkot terus mengembangkan wisata religi.
Setelah Masjid Kuno Kuncen dan Taman, pengembangan berikutnya menyasar Sogaten, Pilangbango, dan Winongo dengan target seluruh 27 kelurahan memiliki destinasi wisata religi.
Pemkot juga menggandeng kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk menghidupkan kesenian dan budaya lokal guna meningkatkan perputaran ekonomi selama Ramadan.
“Tujuannya jelas, meningkatkan ekonomi lokal selama Ramadan,” tegas Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto