Jawa Pos Radar Madiun – Daging ayam ras dan telur ayam ras hampir selalu menjadi penyumbang inflasi saat Ramadan di Kota Madiun.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan dua bahan pangan tersebut konsisten masuk daftar penyumbang kenaikan harga dalam lima tahun terakhir.
Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz mengatakan sejumlah komoditas makanan menjadi penyumbang utama inflasi selama Ramadan.
Di antaranya daging ayam ras dan telur ayam ras.
Menurut dia, dua komoditas tersebut hampir selalu muncul sebagai penyumbang inflasi setiap tahun.
’’Permintaan terhadap daging ayam ras cukup tinggi selama Ramadan,’’ ujarnya, Minggu (8/3).
Berdasarkan catatan BPS, pada April 2022 daging ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen.
Kemudian pada Maret 2023 sebesar 0,03 persen.
Kontribusi terbesar terjadi pada Maret 2024 dengan andil inflasi mencapai 0,24 persen.
Sementara pada Maret 2025 komoditas tersebut masih masuk sepuluh besar dengan kontribusi 0,02 persen.
Pada Februari 2026, daging ayam ras kembali menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua dengan kontribusi 0,12 persen.
Aziz menjelaskan fenomena inflasi saat Ramadan dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat terhadap bahan makanan.
Aktivitas konsumsi masyarakat biasanya meningkat saat berbuka hingga malam hari.
’’Kami lihat menjelang puasa banyak takjil dan berbagai makanan dijual. Permintaan tentu meningkat dibanding hari biasa,’’ jelasnya.
Selain faktor permintaan, kondisi cuaca juga memengaruhi produksi komoditas pangan.
Cuaca yang kurang baik dapat menyebabkan produksi menurun.
Ketika produksi turun sementara permintaan meningkat, harga komoditas di pasaran cenderung naik.
Aziz menambahkan kenaikan harga daging ayam ras selama Ramadan tidak berkaitan langsung dengan program dapur sehat makan bergizi gratis (MBG).
Namun sebelum Ramadan, permintaan daging ayam ras dan telur ayam ras sempat meningkat untuk kebutuhan dapur sehat program tersebut.
Menurut dia, daging ayam dan telur menjadi pilihan utama masyarakat karena mudah diolah sebagai menu berbuka maupun sahur.
’’Di bulan Ramadan permintaan daging ayam ras dan telur ayam ras cukup tinggi karena mudah dan cepat diolah,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto