Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dinkes Jatim Periksa Takjil di Bantaran Madiun, Hasil Awal Negatif Bahan Berbahaya

Erlita H • Selasa, 10 Maret 2026 | 01:00 WIB

SIDAK TAKJIL: Petugas kesehatan memeriksa sampel makanan dan minuman takjil di kawasan Bantaran Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
SIDAK TAKJIL: Petugas kesehatan memeriksa sampel makanan dan minuman takjil di kawasan Bantaran Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman takjil dilakukan Dinas Kesehatan Jawa Timur bersama Dinkes-PPKB Kota Madiun di kawasan Bantaran Madiun, kemarin (9/3).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dijual pedagang selama Ramadan.

Sanitarian Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Yenni Dwi Kurniawaty mengatakan pemeriksaan dilakukan menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait pengawasan keamanan pangan selama Ramadan.

’’Pemeriksaan takjil sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun. Pemkot Madiun juga sudah melaksanakannya,’’ ujarnya.

Dalam sidak tersebut, petugas mengambil sampel sepuluh jenis makanan dan minuman dari pedagang.

Di antaranya es buah, jelly, pentol, cilok, risol mayo, hingga minuman kemasan.

Sebanyak enam sampel diperiksa langsung di lokasi menggunakan uji kimia cepat.

Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.

Sementara empat sampel lainnya akan diperiksa lebih lanjut secara mikrobiologi di laboratorium.

’’Kami berharap hasilnya juga negatif semua,’’ jelas Yenni.

Selain itu, petugas juga menemukan pedagang yang menjual dry ice untuk menghasilkan efek asap pada makanan.

Menurut dia, penggunaan nitrogen cair pada makanan seperti fenomena ciki ngebul telah dilarang karena berpotensi membahayakan kesehatan.

’’Zat tersebut tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi langsung karena bisa menyebabkan iritasi hingga gangguan pada organ pencernaan,’’ katanya.

Temuan tersebut akan menjadi bahan pembinaan bagi pelaku usaha makanan.

Dinkes juga akan berkoordinasi lintas daerah karena produk dry ice yang dijual diketahui diproduksi di luar Kota Madiun.

’’Kami juga akan berkoordinasi lintas daerah karena produk dry ice diproduksi di luar Kota Madiun,’’ tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#DInkes Jatim #keamanan pangan Ramadan #sidak takjil Madiun #takjil bantaran madiun #madiun