MADIUN – Pemprov Jatim meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan di wilayah Madiun Raya.
Peresmian program tersebut dipusatkan di SMAN 2 Madiun, Kamis (12/3), dan dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Program revitalisasi tersebut mencakup 62 sekolah di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun, Ponorogo, Ngawi, serta Magetan dengan total anggaran sekitar Rp51,3 miliar.
Khofifah menegaskan pembangunan sarana pendidikan harus diikuti komitmen bersama untuk merawat serta memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
“Kami bangga atas kerja keras bersama ini. Mari terus bersinergi untuk memajukan pendidikan di Jawa Timur,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Agung Aries Paewai menjelaskan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program Jatim Cerdas yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana belajar.
“Revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana belajar sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Dari total 62 sekolah penerima program, rinciannya meliputi 11 sekolah di Kabupaten Madiun, 9 sekolah di Kota Madiun, 15 sekolah di Ngawi, 18 sekolah di Magetan, serta 9 sekolah di Ponorogo.
Selain revitalisasi sarana pendidikan, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan sosial berupa program bedah rumah bagi guru, karyawan, dan penjaga sekolah dengan nilai bantuan hingga Rp15 juta per unit.
Bantuan pendidikan juga diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus melahirkan lebih banyak prestasi dari sekolah di wilayah Madiun Raya.
Kepala SMAN 2 Madiun Anim Hadi Susanto menyebut revitalisasi tersebut sangat membantu kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
Di Smada dibangun tiga ruang kelas baru serta dua unit toilet untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
“Fasilitas baru ini tentu sangat bermanfaat dan menambah motivasi kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya. (chi/her)
Editor : Hengky Ristanto