Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS Ketenagakerjaan Madiun Dorong Pasar Kerja Inklusif, Program IJC Resmi Diperluas

E
Penulis: Eric Wibowo❯
Jawa Pos Radar Madiun – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Mageta
Jawa Pos Radar Madiun – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Mageta

Jawa Pos Radar Madiun – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Magetan.


Advertisement

Forum yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Madiun itu membahas perluasan akses informasi lowongan kerja bagi penyandang disabilitas melalui Program Inclusive Job Center (IJC).

IJC merupakan inisiatif BPJS Ketenagakerjaan untuk menghubungkan penyandang disabilitas dengan perusahaan yang membuka peluang kerja inklusif.

Program tersebut merupakan pengembangan dari Return to Work (RTW) yang sebelumnya fokus pada pekerja yang mengalami kecacatan akibat kecelakaan kerja.

Advertisement

Melalui IJC, pasar tenaga kerja diharapkan memberi kesempatan setara bagi seluruh kelompok disabilitas.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Anwar Hidayat menjelaskan bahwa FGD ini melibatkan instansi pemerintah, komunitas disabilitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kolaborasi dengan dinas dan komunitas disabilitas sangat diperlukan. Forum ini memastikan penyandang disabilitas memperoleh informasi dan kesempatan kerja yang sama,” ujarnya.

Advertisement

Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial dari tiga wilayah tersebut mengapresiasi pelaksanaan FGD yang dinilai memperkuat ruang dialog dan sinergi antarlembaga.

Mereka berharap kegiatan itu menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.

FGD tidak hanya menyampaikan informasi mengenai lowongan kerja inklusif, tetapi juga menjadi wadah untuk mendengarkan kebutuhan, harapan, serta tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam memasuki dunia kerja.

“Kami percaya setiap individu punya potensi. Melalui kerja sama ini, kami berharap lingkungan kerja semakin mendukung sehingga penyandang disabilitas dapat berkontribusi di berbagai sektor,” demikian salah satu pernyataan sikap dalam forum.

Melalui FGD tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Madiun berharap implementasi IJC dapat berjalan optimal dan mendorong terbentuknya pasar kerja inklusif di wilayah Madiun dan sekitarnya. (ebo/naz/*)

Advertisement
Editor : Mizan Ahsani
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Polisi Sita 22.880 Batang Rokok Ilegal di Magetan, Dipasok dari Madura dan Malang

Polisi Sita 22.880 Batang Rokok Ilegal di Magetan, Dipasok dari Madura dan Malang

Rokok ilegal di Magetan disita polisi sebanyak 22.880 batang. Pasokan berasal dari Madura dan Malang melalui pemesanan WhatsApp.

Terapkan Closed House, Produktivitas Peternak di Magetan Meningkat Berkat Dukungan Listrik PLN

Terapkan Closed House, Produktivitas Peternak di Magetan Meningkat Berkat Dukungan Listrik PLN

Di era modernisasi peternakan ini, energi listrik tak sekadar menjadi sumber penerangan, melainkan jantung penopang sistem closed house alias kandang tertutup yang diandalkannya untuk melawan hawa panas.

Belasan Warga Binaan Rutan Magetan Ikuti Uji Sertifikasi Barista, Bekal Kembali ke Masyarakat

Belasan Warga Binaan Rutan Magetan Ikuti Uji Sertifikasi Barista, Bekal Kembali ke Masyarakat

Sebanyak 16 warga binaan Rutan Magetan mengikuti uji sertifikasi barista melalui tiga tahap penilaian sebagai bekal keterampilan kerja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer