Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang 2026, Disnakkan Magetan Ingatkan Ancaman PMK Masih Ada

A
Penulis: Aprilita Sari❯
Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan menyuntikkan vaksin PMK kepada ternak sebagai upaya pencegahan penyakit jelang 2026. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan menyuntikkan vaksin PMK kepada ternak sebagai upaya pencegahan penyakit jelang 2026. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang pergantian tahun.


Advertisement

Meski kasus PMK di wilayah Magetan saat ini tercatat sangat rendah, upaya pencegahan tetap diperkuat.

Kepala Disnakkan Magetan drh Nur Haryani menyampaikan, berbagai program pencegahan dan pengobatan PMK telah diselesaikan sepanjang 2025.

Namun kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk lengah.

Advertisement

“Pada akhir tahun 2025 ini kita sudah menyelesaikan berbagai kegiatan pencegahan dan pengobatan PMK. Namun itu tidak bisa kita anggap hilang meskipun kasusnya sudah sangat rendah,” katanya.

Nur Haryani mengingatkan mobilitas ternak dari dan menuju Magetan masih berpotensi membawa penyakit, terutama jika hewan belum mendapatkan vaksinasi.

Karena itu, Disnakkan memperkuat vaksinasi PMK hingga tingkat desa sepanjang 2025.

Advertisement

Penguatan vaksinasi tersebut dibarengi dengan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak.

Selain itu, Disnakkan juga menyalurkan vitamin dan obat cacing melalui RT.

“Upaya ini diharapkan berlanjut hingga 2026 untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat dan produktif,” imbuhnya.

Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Magetan drh Budi Nur Rochman menegaskan vaksinasi rutin menjadi pilar paling krusial dalam pencegahan PMK.

Untuk mempermudah layanan, Disnakkan membuka hotline 08113385000 bagi peternak yang ingin mendapatkan vaksinasi gratis.

Layanan tersebut dapat diakses kapan saja.

Sementara pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan setiap hari Jumat bagi peternak yang belum mengikuti vaksinasi di desa masing-masing.

Hingga akhir 2025, Disnakkan Magetan mencatat sebanyak 92.300 dosis vaksin PMK telah disuntikkan kepada berbagai jenis ternak.

“Kami mengimbau peternak untuk memprioritaskan vaksinasi dua kali setahun dan menjaga kebersihan kandang. Dua langkah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan ternak dan menekan risiko penyakit,” pungkasnya. (ril/naz)

Advertisement

Artikel Terkait

Terapkan Closed House, Produktivitas Peternak di Magetan Meningkat Berkat Dukungan Listrik PLN

Terapkan Closed House, Produktivitas Peternak di Magetan Meningkat Berkat Dukungan Listrik PLN

Di era modernisasi peternakan ini, energi listrik tak sekadar menjadi sumber penerangan, melainkan jantung penopang sistem closed house alias kandang tertutup yang diandalkannya untuk melawan hawa panas.

Belasan Warga Binaan Rutan Magetan Ikuti Uji Sertifikasi Barista, Bekal Kembali ke Masyarakat

Belasan Warga Binaan Rutan Magetan Ikuti Uji Sertifikasi Barista, Bekal Kembali ke Masyarakat

Sebanyak 16 warga binaan Rutan Magetan mengikuti uji sertifikasi barista melalui tiga tahap penilaian sebagai bekal keterampilan kerja.

Tersesat di Puncak Jobolarangan Magetan, Warga Dievakuasi Tim Gabungan

Tersesat di Puncak Jobolarangan Magetan, Warga Dievakuasi Tim Gabungan

Warga tersesat dan mengalami hipotermia di Puncak Jobolarangan, Magetan. Tim gabungan mengevakuasi korban dari ketinggian 2.300 mdpl.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer