Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Nataru, Pemkab Magetan Tekankan Mitigasi dan Transparansi Harga Wisata

A
Penulis: Aprilita Sari❯
Wisatawan menikmati suasana liburan di kawasan Telaga Sarangan, salah satu destinasi unggulan Magetan yang diprediksi ramai dikunjungi selama libur Nataru. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Wisatawan menikmati suasana liburan di kawasan Telaga Sarangan, salah satu destinasi unggulan Magetan yang diprediksi ramai dikunjungi selama libur Nataru. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemkab Magetan memperketat pengawasan sektor pariwisata.


Advertisement

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta keselamatan wisatawan yang diperkirakan meningkat selama masa liburan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan mengingatkan seluruh pengelola destinasi wisata, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar menerapkan standar pelayanan prima.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disparbud Magetan Joko Trihono.

Advertisement

‘’Seluruh pelaku usaha pariwisata diwajibkan mencantumkan daftar harga secara jelas dan dilarang membedakan tarif berdasarkan golongan tertentu guna menjaga stabilitas harga dan kenyamanan pengunjung,’’ tegas Joko.

Libur Nataru tahun ini bertepatan dengan musim penghujan, sehingga potensi cuaca ekstrem menjadi perhatian serius.

Karena itu, Disparbud menginstruksikan pengelola destinasi wisata melakukan mitigasi bencana secara mandiri.

Advertisement

Langkah preventif yang wajib dilakukan antara lain pemangkasan dahan pohon yang rapuh, penguatan tiang reklame, penyediaan jalur evakuasi, serta penyiapan petugas penyelamat di lokasi wisata.

Selain itu, pengelola juga diwajibkan melakukan pengecekan ketat terhadap wahana permainan yang memiliki risiko tinggi.

‘’Seluruh wahana berisiko tinggi seperti flying fox, wahana air, dan kegiatan outbound wajib menjalani pemeriksaan keamanan sebelum dioperasikan,’’ jelasnya.

Disparbud Magetan juga menyoroti ketertiban lingkungan di kawasan wisata.

Peredaran minuman keras (miras) dilarang keras, terutama di area yang menjadi tujuan wisata keluarga.

‘’Kami berharap seluruh destinasi wisata di Bumi Mageti mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus menjaga citra positif pariwisata daerah,’’ pungkas Joko. (ril/naz)

Advertisement

Artikel Terkait

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah, Pemkab Ngawi Siapkan Sabuk Hijau

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah, Pemkab Ngawi Siapkan Sabuk Hijau

Sebanyak 31 rumah di Kwadungan, Ngawi, rusak akibat hujan angin. Pemkab menyiapkan penghijauan sebagai mitigasi bencana.

Gunakan MODENA, 67 Siswa SDN Campursari Magetan Dikenalkan Mitigasi dan Pemadaman Api

Gunakan MODENA, 67 Siswa SDN Campursari Magetan Dikenalkan Mitigasi dan Pemadaman Api

BPBD Magetan bekali 67 siswa SDN Campursari edukasi mitigasi bencana dan praktik padamkan api menggunakan Mobil Edukasi Bencana (MODENA).

BMKG Ingatkan Potensi Gempa Darat di Magetan, Mitigasi Harus Diperkuat

BMKG Ingatkan Potensi Gempa Darat di Magetan, Mitigasi Harus Diperkuat

BMKG mengingatkan potensi gempa darat di Magetan tak boleh diremehkan. Kesiapsiagaan warga diperkuat melalui Sekolah Lapang Gempabumi 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer