
Jawa Pos Radar Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Magetan telah menjangkau 149.656 penerima manfaat.
Namun, delapan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) belum beroperasi, empat di antaranya bahkan disuspend.
Sekretaris Satgas MBG Magetan Saif Muchlissun menyebut, dari total 64 SPPG yang disiapkan, baru 54 yang berjalan.
“Yang belum running karena belum siap. Yang suspend karena ada pelanggaran,” ujarnya.
SPPG yang belum beroperasi masih dalam tahap pemenuhan persyaratan. Sementara unit yang disuspend dinilai belum memenuhi standar layanan.
Program MBG didominasi kalangan pelajar. Jenjang SD/MI menjadi penerima terbanyak dengan 54.508 siswa.
Disusul PAUD/RA/TK 21.772, SMP/MTs 29.702, serta SMA/SMK/MA 26.018.
Selain itu, program juga menjangkau SLB 515 jiwa, pondok pesantren 2.726 jiwa, serta PKBM 55 jiwa.
Kelompok rentan turut menjadi sasaran. Tercatat 772 ibu menyusui, 306 ibu hamil, dan 1.927 balita menerima manfaat.
Tenaga pendukung pendidikan juga masuk cakupan, meliputi 105 petugas kebersihan, 297 penjaga sekolah, dan 11.081 guru.



