
Oleh: Eka Radityo*
ALAM seringkali berbicara dalam bahasa yang tak sepenuhnya kita pahami. Terkadang berupa bisikan lembut angin kemarau, tak jarang pula berwujud hentakan badai yang menguji ketangguhan. Menghadapi keniscayaan ini, bekal kesiapsiagaan adalah pelita utama.
Kesadaran inilah yang menuntun langkah kami menapaki jejak pembelajaran dalam Senior Disaster Management Training (SDMT) di Pusdiklat Penanggulangan Bencana, Sentul.
Selama dua minggu penuh, kawah candradimuka ini menjadi ruang penempaan khusus bagi para Kepala Pelaksana BPBD dari seluruh penjuru Nusantara.
Di wadah ini, kami laksana berbagai aliran sungai yang bermuara pada satu samudra pengabdian yang sama. Pangkat dan jabatan di pundak hanyalah selembar pakaian yang ditanggalkan di ambang pintu kelas.
Baik Kalaksa provinsi maupun kota, semua melebur menjadi satu entitas, merekatkan simpul persaudaraan yang melampaui batas wilayah administratif.
Selain itu, ruang berbagi pengalaman juga menjadi guru tak kalah berharga.
Kami menyimak saksama ketegaran rekan-rekan dari Aceh dan Sumatera Barat yang baru saja diuji bencana alam nan hebat.
Pengalaman nyata mereka saat berjibaku di titik nol bencana menjadi cermin sekaligus teguran, mengingatkan bahwa ancaman alam itu sangat nyata.
Dahaga ilmu terjawab tuntas oleh mata air pengetahuan dari para narasumber berbobot.



