Batik Ciprat Simbatan Jadi Oleh-Oleh Khas Magetan, Karya Difabel yang Berdaya

Jawa Pos Radar Madiun – Selembar kain menjadi jalan menuju kemandirian bagi penyandang disabilitas di Desa Simbatan, Magetan.
Di tangan mereka, cipratan warna menjelma menjadi kain batik bercorak unik yang memiliki nilai ekonomi.
Namanya Batik Ciprat Simbatan. Kerajinan tersebut bukan hanya menjadi wadah kreativitas penyandang disabilitas, tetapi juga berkembang menjadi salah satu suvenir atau oleh-oleh khas Magetan.
Motifnya beragam. Salah satu yang memiliki karakter unik adalah corak Obat Nyamuk.
Di balik setiap lembar kain tersebut terdapat proses produksi yang melibatkan para pekerja difabel sesuai kemampuan masing-masing.
Ketua Pengelola Batik Ciprat Simbatan Mariyani, 50, mengatakan, gerakan pemberdayaan tersebut dirintis melalui program Kampung Peduli sejak 2015.
Batik dipilih sebagai media pemberdayaan karena proses pembuatannya dinilai adaptif bagi penyandang disabilitas intelektual.
‘’Proses pembuatannya relatif mudah dipelajari dan sangat cocok untuk merangsang motorik penyandang disabilitas intelektual,’’ ungkap Mariyani.
Kini, sebanyak 17 penyandang disabilitas terlibat aktif dalam produksi Batik Ciprat Simbatan. Mereka bekerja dengan pendampingan lima pembimbing.
Tidak semua pekerja mengerjakan tahapan yang sama. Pembagian tugas disesuaikan dengan kapasitas masing-masing penyandang disabilitas.



