Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suhu Magetan Capai 36 Derajat Celsius, Dinkes Ingatkan Bahaya Heat Stroke

A
Penulis: Aprilita Sari❯
ILUSTRASI: Cuaca panas menyengat di Magetan. Dinkes mengimbau masyarakat mewaspadai dehidrasi dan heat stroke saat suhu udara mencapai 34–36 derajat Celsius.Foto: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
ILUSTRASI: Cuaca panas menyengat di Magetan. Dinkes mengimbau masyarakat mewaspadai dehidrasi dan heat stroke saat suhu udara mencapai 34–36 derajat Celsius. Foto: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Advertisement

JAWA POS RADAR MAGETAN – Cuaca panas di wilayah dataran rendah Kabupaten Magetan perlu diwaspadai.

Suhu udara yang dilaporkan mencapai 34–36 derajat Celsius meningkatkan risiko dehidrasi hingga heat stroke atau sengatan panas yang dapat berakibat fatal.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mengingatkan masyarakat agar menjaga asupan cairan dan mengurangi aktivitas berat saat matahari sedang terik.

Advertisement

‘’Jangan sampai mengabaikan kebutuhan cairan dan waktu istirahat,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan Suwantyo, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, masyarakat sebaiknya rutin minum air putih tanpa menunggu haus. Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga perlu dibatasi, terutama pukul 11.00–15.00 ketika paparan panas cukup tinggi.

Suwantyo meminta warga tidak mengabaikan keluhan seperti pusing, mual, tubuh lemas berlebihan, dan kram setelah terpapar panas.

Advertisement

Jika gejala tersebut muncul, aktivitas harus segera dihentikan dan tubuh didinginkan.

‘’Jika muncul gejala awal seperti pusing, mual, lemas berlebih, atau kram, segera cari tempat teduh. Waspadai heat stroke karena suhu tubuh bisa naik drastis melampaui 40 derajat Celsius, yang memicu kejang, pingsan, bahkan kematian,’’ tegas Suwantyo.

Heat stroke merupakan kondisi darurat medis. Jika seseorang mengalami penurunan kesadaran, kebingungan, kejang, atau pingsan akibat paparan panas, segera cari pertolongan medis sambil melakukan pendinginan tubuh.

Dinkes juga mengingatkan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan, terutama bayi, lansia, dan penderita penyakit penyerta.

Advertisement

Artikel Terkait

Tersesat di Puncak Jobolarangan Magetan, Warga Dievakuasi Tim Gabungan

Tersesat di Puncak Jobolarangan Magetan, Warga Dievakuasi Tim Gabungan

Warga tersesat dan mengalami hipotermia di Puncak Jobolarangan, Magetan. Tim gabungan mengevakuasi korban dari ketinggian 2.300 mdpl.

Marak Penipuan Online di Magetan, Korban Bisa Lapor via Anti Scam Center Jatim

Marak Penipuan Online di Magetan, Korban Bisa Lapor via Anti Scam Center Jatim

Polres Magetan menerima 5–10 aduan penipuan online setiap hari. Korban didorong melapor lewat Anti Scam Center Jatim agar rekening segera diblokir.

Dorong Pengelolaan Limbah Padat Berkelanjutan, Tim Abmas ITS Usulkan Solusi bagi Kabupaten Magetan

Dorong Pengelolaan Limbah Padat Berkelanjutan, Tim Abmas ITS Usulkan Solusi bagi Kabupaten Magetan

Tim Abmas Teknik Lingkungan ITS Surabaya memberikan edukasi dan solusi pengelolaan limbah padat berkelanjutan serta penanganan limbah medis di Kabupaten Magetan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer