
Jawa Pos Radar Magetan – Langit cerah pada pagi hari belum tentu bertahan hingga petang.
Warga Kabupaten Magetan diminta mewaspadai perubahan cuaca pada Minggu (1/11). Setelah siang yang terik, awan tebal berpotensi muncul pada sore hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang memungkinkan pertumbuhan awan hujan meski cuaca sebelumnya cerah.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Nganjuk Setyaris menjelaskan, cuaca Jawa Timur mulai dipengaruhi Monsun Australia dan dinamika El Nino yang cenderung kering.
Namun, kondisi itu tidak serta-merta menghilangkan peluang hujan. Daerah konvergensi atau pertemuan angin masih dapat memicu pembentukan awan hujan.
’’Pertemuan angin ini sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif pemicu hujan secara lokal,’’ terangnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG untuk 30–31 Oktober, cuaca Magetan cenderung cerah berawan pada pagi hari sebelum berubah mendung hingga berpotensi gerimis pada sore hari.
Wilayah yang perlu mencermati perubahan cuaca meliputi kawasan lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan, hingga Magetan kota.
Sementara itu, pada Minggu (1/11), cuaca siang diprakirakan terik. Memasuki sore hari, awan tebal berpotensi kembali menyelimuti wilayah barat Kabupaten Magetan.



