Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pendaki via Singolangu Enggan Turunkan Sampah

Administrator • Kamis, 5 September 2019 | 19:40 WIB
BELUM RAMAI: Pintu gerbang pendakian pucak Lawu via Singolangu, Sarangan, Plaosan, Magetan, yang masih sederhana.
BELUM RAMAI: Pintu gerbang pendakian pucak Lawu via Singolangu, Sarangan, Plaosan, Magetan, yang masih sederhana.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Jalur pendakian ke puncak Lawu via Singolangu baru dibuka beberapa bulan lalu. Sejatinya jalur sepanjang sekitar delapan kilometer itu sudah lama ada. ‘’Sampai saat ini kami belum memungut biaya pendakian,’’ kata Supriyadi, anggota Hanom Hancala, pengelola jalur pendakian itu Rabu (4/9).


Setidaknya 40 anggota para pemuda asli Dusun Singolangu, Sarangan, Plaosan, Magetan, bergabung. Mereka kerap mendaki bersama. Selain mengecek jalur, juga bersih-bersih dari tanaman liar dan sampah. ‘’Sudah kami bersihkan sebelum resmi dibuka. Sampai sekarang terus dilanjutkan,’’ ujarnya sembari menyebut tak semua pendaki mau membawa turun sampahnya.


Dia ingin pendaki sadar lingkungan. Pasalnya, jalur tersebut masih alami. Banyak kelebihan dibanding jalur pendakian lain. Pun cukup ramah untuk para pemula. Butuh dana tidak sedikit untuk mengembangkannya. Apalagi belum memungut tiket masuk. ‘’Masih dalam masa penjajakan sebelum resmi teken MoU dengan pihak Perhutani,’’ terangnya.


Asisten Perhutani Lawu Ds Marwoto menambahkan, pihaknya ikut mengawasi jalur tersebut. Dia juga menyebut kesadaran para pendaki menjaga kebersihan masih minim. Pihaknya tetap akan memberi imbauan pada pendaki yang lewat jalur baru tersebut. ‘’Sudah ada beberapa papan imbauan. Akan ditambah lagi,’’ katanya. (fat/c1/sat)

Editor : Administrator
#berita magetan #jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun