MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau tahun ini mulai berdampak pada volume air di Telaga Sarangan, Magetan.
Ketinggian debit air atau elevasi di Telaga Sarangan saat ini turun drastis. Itu lantaran hujan tak kunjung turun beberapa bulan terkahir.
Kendati demikian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan menganggap elevasi tersebut masih dalam batas normal.
Pantauan di lokasi pada hari Selasa (3/9), sisi selatan Telaga Sarangan benar-benar tidak tergenang air air.
Dasar telaga yang menjadi objek wisata andalan Magetan itu berubah menjadi hamparan bebatuan sejak 1–2 bulan terakhir.
Kabid Sumber Daya Air DPUPR Magetan Yuli Karyawan mengatakan, debit air telaga berkurang karena pintu air dibuka untuk memenuhi kebutuhan petani hortikultura dan PG Rejosari guna proses penggilingan tebu.
’’Pintu air sudah dibuka sejak Juni lalu. Sehingga, debit airnya terus berkurang,’’ katanya.
Saat ini, volume air Telaga Sarangan tinggal 10,60 meter kubik. Sementara, normalnya 14,50 meter kubik.
Kemudian, ambang batas untuk pelepasan air maksimal mencapai 7 meter kubik.
’’Sampai dengan saat ini, sudah sekitar 4 meter kubik debit air di Telaga Sarangan yang dilepas," terang Yuli.
"Jika dihitung dari pintu air (off flow) per hari sekitar 6–7 sentimeter atau 458 liter per detik,’’ rincinya menambahkan.
Lebih lanjut, Yuli menjelaskan debit air sebanyak itu diperuntukkan mengaliri 11 titik perkebunan.
Di antaranya, di Plaosan, Sidorejo, Magetan, Ngariboyo dan Kawedanan. Sesuai jadwal, pintu air telaga akan kembali ditutup pada 25–26 September mendatang.
"Pintu air bisa kembali dibuka apabila memang ada permintaan dari para petani atas seizin pihak BBWS Bengawan Solo,’’ jelasnya. (ril/her)
TENTANG SUSUTNYA DEBIT AIR TELAGA SARANGAN
Volume air saat ini: 10,60 meter kubik
Volume air normal: 14,50 meter kubik
Ambang batas pelepasan air: 7 meter kubik
Total volume air yang dilepas: 3,9 meter kubik
Rerata Off Flow per hari: 6–7 sentimeter atau 458 liter per detik
Lama waktu pintu air dibuka: Juni–September
(Sumber: DPUPR Magetan)
Editor : Budhi Prasetya