Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

DPRD Ingatkan Sekda Magetan Bangun Komunikasi dan Hindari Apatisme Birokrasi

Aprilita Sari • Minggu, 9 November 2025 | 22:00 WIB
DPRD menyoroti pentingnya soliditas birokrasi dan komunikasi intensif dalam menghadapi pembahasan APBD 2026. DOK RADAR MAGETAN
DPRD menyoroti pentingnya soliditas birokrasi dan komunikasi intensif dalam menghadapi pembahasan APBD 2026. DOK RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Pelantikan Welly Kristanto sebagai sekretaris daerah (sekda) definitif Magetan, Jumat (7/11), mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif.

Anggota DPRD menilai tantangan terberat bagi sekda baru justru datang dari internal birokrasi pemkab sendiri.

Anggota DPRD Magetan Didik Haryono mengatakan, munculnya rasa apatis dari sebagian pejabat dapat menjadi batu sandungan bagi sekda.

’’Tantangan terberat bagi sekda itu justru dari internal pemkab sendiri. Muncul rasa apatis dari sebagian pejabat terhadap sekda baru,’’ ujarnya, Minggu (9/11).

Menurut Didik, sikap apatis itu muncul karena ada pejabat yang merasa lebih senior baik dari sisi usia, kepangkatan, maupun pengalaman.

Kondisi tersebut, katanya, berpotensi menghambat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

’’Akibatnya koordinasi bisa tersendat. Ini menjadi tantangan serius bagi sekda,’’ tegas politisi Fraksi Golkar itu.

Didik menilai ujian pertama Welly akan terlihat dalam waktu dekat, yakni saat pembahasan APBD 2026.

Dalam waktu singkat, sekda harus memimpin penyusunan mulai dari RKPD, KUA-PPAS, hingga pengesahan APBD.

’’Itu ujian pertama bagi sekda definitif,’’ ujarnya.

Selain tantangan internal, Didik menyoroti pentingnya komunikasi eksternal antara eksekutif dan legislatif.

Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Welly dituntut mampu menjalin hubungan harmonis dengan DPRD.

’’Penyusunan APBD tidak bisa lepas dari DPRD. Sekda harus bisa membangun komunikasi dan kebersamaan agar pembahasan berjalan cepat dan tepat waktu,’’ jelasnya.

Didik berharap Welly mampu menunjukkan kapasitas dan integritasnya sebagai pemimpin birokrasi.

’’Kalau sampai 30 November APBD belum disahkan, berarti sekda gagal. Tapi kalau ujian pertama ini sukses, saya yakin koordinasi pemerintahan ke depan akan semakin solid dan progresif,’’ pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#legislatif #magetan #Welly Kristanto #kinerja pemerintah #DPRD Magetan #sekda magetan #Pemkab Magetan #APBD 2026