Jawa Pos Radar Magetan – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Magetan mulai berjalan dengan penimbunan lahan enam hektare di Kecamatan Karangrejo.
Tahap awal hanya mampu menutup sekitar satu hektare karena anggaran P-APBD baru Rp 900 juta.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid menyebut kekurangan penimbunan masih sekitar lima hektare lagi.
Kebutuhan tambahan diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.
’’Kalau lahan ingin segera dibangun SR, harus siap terlebih dahulu,’’ ujarnya, Minggu (23/11).
Kesiapan lahan jadi indikator penting bagi pemerintah pusat sebelum memberikan persetujuan pembangunan fisik.
Karena itu pemkab mengebut penimbunan agar proposal pembangunan tidak berlarut.
Sembari menunggu, pemkab menyiapkan sekolah rintisan di Graha Pusat Literasi Plaosan.
Gedung eks perkuliahan UNS itu hanya membutuhkan sedikit penyesuaian seperti penyekatan ruang dan perbaikan sanitasi.
Muhtar berharap Magetan dapat masuk daftar penerima pembangunan SR pada 2026.
Tahun ini daerahnya belum termasuk kabupaten/kota yang disetujui.
’’Semoga usulan bisa diterima tahun depan,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto