Jawa Pos Radar Magetan – Rencana pendirian Sekolah Rakyat (SR) rintisan di Magetan mulai memasuki tahap finalisasi.
Kepala Dinsos Magetan Parminto Budi Utomo memastikan SR pertama bakal menempati Gedung Graha Pusat Literasi di Plaosan dan ditargetkan menerima siswa pada tahun ajaran 2026/2027.
Parminto menyebut bahwa skema SR rintisan disusun mengikuti ketentuan pemerintah pusat.
Salah satunya, keberadaan jenjang minimal Sekolah Dasar (SD) sebelum menuju format SR permanen.
“Pemkab mengusulkan jenjang SD dan SMP sesuai arahan kementerian,” ujarnya.
Dalam usulan tersebut, SR rintisan menampung empat rombongan belajar (rombel): dua untuk SD dan dua untuk SMP, dengan total kapasitas seratus siswa.
“Targetnya mulai berjalan tahun ajaran baru 2026/2027, sekitar Juli,” jelas Parminto.
Pendataan calon peserta didik menggunakan basis Data Terpadu Kesejahteraan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data menunjukkan anak usia sekolah kategori desil I–II di rentang usia 6–7 tahun mencapai sekitar empat ribu jiwa.
“Dari sisi kuantitas, sangat memungkinkan,” tegasnya.
Potensi siswa untuk jenjang lebih tinggi juga mencukupi.
Total anak usia 6–18 tahun pada kategori yang sama tercatat sekitar 29 ribu jiwa.
Pemkab juga menyiapkan pendampingan melalui bidang linjamsos untuk menjaring calon siswa secara paralel.
“Pada prinsipnya tinggal penyempurnaan persiapan, setelah itu berjalan bertahap,” pungkas Parminto. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto