Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Longsor Hanyutkan Kendaraan, Pemkab Minta BBWS Kurangi Debit Air Telaga Sarangan

Aprilita Sari • Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:50 WIB
Sekda Magetan Welly Kristanto berkoordinasi dengan BBWS guna menurunkan debit air Telaga Sarangan usai longsor, Sabtu (17/1).
Sekda Magetan Welly Kristanto berkoordinasi dengan BBWS guna menurunkan debit air Telaga Sarangan usai longsor, Sabtu (17/1).

Jawa Pos Radar Madiun - Pemkab Magetan terus melakukan langkah penanganan darurat pascalongsor talud di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan.

Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo selaku pemegang kewenangan pengelolaan Telaga Sarangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, mengatakan komunikasi intensif telah dilakukan dengan pihak BBWS guna merespons kondisi terkini di lokasi longsor.

Langkah darurat yang segera diterapkan adalah penutupan akses jalan lingkar sisi selatan telaga pada ruas yang terdampak, baik dari arah timur maupun barat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS sebagai pemilik kewenangan. Tadi juga sudah bertemu pengawas Telaga Sarangan. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menutup jalan sisi selatan di titik longsor dari dua arah,” ujar Welly.

Selain penutupan akses jalan, pemerintah daerah bersama BBWS juga menurunkan volume air Telaga Sarangan.

Pengurangan debit air dilakukan untuk mengurangi tekanan dan penggerusan pada sisi telaga yang mengalami longsor.

Welly menjelaskan, longsoran talud tersebut memiliki panjang sekitar 70 meter, lebar 2 meter, dan tinggi mencapai 7 meter.

Kondisi ini dinilai cukup membahayakan sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi lintas instansi.

“Ini merupakan langkah darurat yang bisa segera kami lakukan bersama. Untuk penanganan jangka panjang, kami sudah berkomunikasi dengan pimpinan BBWS dan kondisi di lapangan telah dilaporkan oleh tim BBWS,” jelasnya.

Meski terjadi longsor, aktivitas wisata di kawasan Telaga Sarangan masih diperbolehkan dengan sejumlah pembatasan.

Pemerintah daerah telah menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat dan wisatawan melalui berbagai saluran agar meningkatkan kewaspadaan.

Namun demikian, jalur sisi selatan telaga dipastikan ditutup sementara waktu demi keselamatan.

“Wisata masih diizinkan, tetapi khusus sisi selatan telaga kami tutup sementara untuk menghindari risiko,” tegas Welly.

Sementara itu, petugas BBWS Telaga Pasir atau Sarangan, Udin, mengungkapkan bahwa indikasi keretakan di area tersebut sebenarnya telah terpantau sejak beberapa waktu lalu. Temuan tersebut bahkan telah dilaporkan kepada atasan.

“Beberapa waktu sebelumnya sudah terpantau adanya indeks keretakan, terutama saat kegiatan Labuhan Sarangan. Kondisi itu sudah kami laporkan, tetapi masih menunggu penanganan,” ujarnya. (ril/naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#evakuasi #bbws #Welly Kristanto #sekda #sarangan #longsor #telaga sarangan