Jawa Pos Radar Magetan – Kasus hipertensi dan diabetes melitus (DM) di Kabupaten Magetan masih tergolong tinggi sepanjang 2024 hingga 2025.
Kondisi ini dipengaruhi belum optimalnya penerapan pola hidup sehat di tengah masyarakat.
Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Sri Martinah, menyebutkan bahwa sepanjang 2024 tercatat 220.980 kasus hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah.
Sementara pada 2025, jumlah kasus hipertensi mencapai 49.569 kasus yang ditetapkan melalui diagnosis dokter.
Untuk penyakit diabetes melitus, Dinas Kesehatan Magetan mencatat 14.373 kasus DM pada 2024.
Sedangkan pada 2025, jumlahnya mencapai 11.850 kasus berdasarkan hasil diagnosis tenaga medis.
“Faktor risiko yang paling dominan menyebabkan hipertensi dan diabetes melitus di masyarakat adalah belum optimalnya penerapan pola hidup sehat,” ujar Sri Martinah.
Ia menjelaskan, kebiasaan kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta paparan asap rokok masih menjadi faktor risiko utama yang sulit dihindari oleh sebagian masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan dan pengendalian, Dinas Kesehatan Magetan terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat melalui prinsip CERDIK.
CERDIK meliputi Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet seimbang, dan Istirahat cukup.
“Imbauan kami kepada masyarakat, selalu terapkan pola hidup CERDIK dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari risiko hipertensi dan diabetes melitus,” pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto