Jawa Pos Radar Magetan – Sejumlah dapur makan bergizi gratis (MBG) di Magetan berhenti mengebul sementara waktu.
Permasalahannya, anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair sampai saat ini.
Berdasarkan catatan dari Satgas MBG Magetan, setidaknya ada empat satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berhenti beroperasi sejak Senin (2/2) lalu.
Empat SPPG tersebut yakni SPPG Baron yang dikelola Yayasan Asa Binar Jingga, SPPG Purwodadi oleh Yayasan Bangun Bangsa Bersama, SPPG Magetan 02 Ndoyo di bawah Yayasan Ash Shiddiq, serta SPPG Magetan 01 yang dikelola Yayasan Widya Karsa Generasi Emas.
Ketua Satgas MBG Magetan Welly Kristanto mengatakan, pemkab tidak mempunyai kewenangan teknis menyikapi persoalan tersebut.
Sebab, pendanaan MBG atau operasional SPPG sepenuhnya merupakan kewenangan BGN.
’’Tapi, kami tetap berkoordinasi dengan pihak terkait (SPPG) tetap dilakukan agar program nasional ini bisa kembali berjalan sesuai harapan,’’ katanya, kemarin (4/2).
Sampai dengan saat ini, lanjut Welly, sudah ada 42 SPPG yang aktif melayani 167 ribu penerima manfaat program MBG di Magetan.
’’Memasuki awal Februari, empat SPPG justru mandek akibat belum cairnya anggaran operasional (dari BGN),’’ ujar Welly. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto