Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Fenomena Tarawih 30 Juz di Ponpes Al Fatah Temboro Magetan, Ramai Jemaah saat Ramadan

Aprilita Sari • Jumat, 20 Februari 2026 | 04:30 WIB
BERJAMAAH: Ribuan jemaah dari luar Magetan mengikuti tradisi salat tarawih 30 juz di Ponpes Al Fatah Temboro, Karas, kemarin (19/2). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
BERJAMAAH: Ribuan jemaah dari luar Magetan mengikuti tradisi salat tarawih 30 juz di Ponpes Al Fatah Temboro, Karas, kemarin (19/2). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Arus kedatangan jemaah luar daerah mulai terlihat di kawasan Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Desa Temboro, Kecamatan Karas, sejak awal Ramadan.

Staf pengajar Ponpes Al Fatah Temboro Muhammad Yusuf Hasyim mengatakan, jemaah dari luar daerah sudah berdatangan meski belum seramai puncak Ramadan.

Di antaranya dari Madura hingga rombongan pelajar asal Mojokerto.

“Di awal Ramadan biasanya jemaah umum memang belum terlalu ramai. Tapi sudah ada jemaah dari luar daerah yang datang, baik untuk tarawih maupun kegiatan pesantren kilat,” ujarnya, kemarin (19/2).

Pelaksanaan salat tarawih dimulai Rabu (18/2) malam dan terbuka untuk umum.

Bacaan tarawih bervariasi, mulai satu juz hingga 30 juz.

Tarawih 30 juz yang dikenal sebagai salah satu tarawih terlama di Indonesia menjadi magnet utama.

Menurut Yusuf, peningkatan jumlah jemaah biasanya terasa memasuki 10 hari kedua Ramadan.

Puncaknya pada 10 malam terakhir, terutama malam ke-27.

Selain tarawih, Ponpes Al Fatah juga menggelar program pesantren kilat (sanlat).

Pada gelombang awal Ramadan tahun ini, tercatat sekitar 3.500 peserta yang dibagi dalam beberapa gelombang.

“Peserta sanlat yang sudah datang ada beberapa bus putra dan putri asal SMK Nasional Dawarblandong, Mojokerto,” ungkapnya.

Ponpes Al Fatah Temboro menaungi sekitar 20 ribu santri dan santriwati dengan dukungan sekitar 2 ribu ustadz dan ustazah.

Setiap hari, pihak ponpes menyiapkan konsumsi buka puasa dan sahur untuk sekitar 22 ribu orang.

“Makanan berbuka dan sahur disiapkan masing-masing unit oleh santri bagian pelayanan,” jelas Yusuf.

Di luar kompleks ponpes, suasana Ramadan juga terasa di Jalan Madinah.

Kawasan tersebut ramai aktivitas santri dan masyarakat, terutama menjelang berbuka.

Sepanjang jalan dipenuhi pedagang makanan dan takjil.

“Setiap Ramadan, Temboro memang menjadi magnet jemaah dari berbagai daerah. Jumlahnya akan terus bertambah seiring berjalannya Ramadan,” pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #Ponpes Al Fatah Temboro #tarawih 30 juz