Jawa Pos Radar Magetan – Tradisi tarawih khatam Alquran di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro tetap menjadi magnet Ramadan.
Meski jumlah halaqah tarawih 30 juz tahun ini dibatasi, antusiasme jamaah tidak surut.
Ponpes Al Fatah menyediakan 60 halaqah tarawih setiap malam dengan variasi bacaan mulai satu hingga 30 juz.
Pelaksanaan tersebar di 13 titik masjid dan area pondok.
Kepala Madrasah Ponpes Al Fatah Temboro Ustaz Barli Mussadad mengatakan pembatasan dilakukan demi menjaga kualitas bacaan Alquran.
’’Prioritas kami kualitas bacaan. Imam harus membaca tartil sesuai tajwid dan makharijul huruf,’’ ujarnya, kemarin (23/2).
Sebelum memimpin salat, imam wajib melalui seleksi ketat meliputi kemampuan bacaan, suara, dan ketartilan.
Tarawih dilaksanakan 20 rakaat ditambah tiga rakaat witir sebagaimana praktik para sahabat.
Untuk bacaan satu hingga lima juz dipimpin satu imam.
Sedangkan bacaan di atas lima juz menggunakan imam bergantian.
Khusus tarawih 30 juz dipimpin enam imam secara bergiliran, masing-masing membaca lima juz.
Tahun ini halaqah tarawih 30 juz hanya tiga kelompok, menurun dibanding tahun lalu yang mencapai sekitar 10 halaqah.
Namun, peminatnya tetap didominasi jamaah luar pesantren dan keluarga santri.
Durasi bacaan juga diatur. Satu juz minimal dibaca selama 30 menit guna menjaga kesempurnaan tajwid.
Rangkaian tarawih dimulai selepas magrib hingga menjelang sahur.
Setelah salat, jamaah langsung mengikuti sahur yang telah disiapkan panitia.
’’Jamaah tidak perlu memikirkan sahur, semuanya sudah kami siapkan,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto