MAGETAN – Kasus telur rebus yang masih terdapat kotoran ayam dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) langsung direspons Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro.
Pemkab meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan mutu makanan.
Suyatni mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, pihak SPPG lebih dahulu mendapat pesan WhatsApp sekitar pukul 09.30 dari nomor tidak dikenal berisi foto dan video telur yang diduga belum dibersihkan secara sempurna.
Petugas SPPG kemudian berupaya meminta klarifikasi terkait asal penerima menu, baik sekolah, kategori penerima manfaat, maupun lokasi distribusi.
Namun, pengirim pesan tidak memberikan keterangan rinci.
’’SPPG sudah mencoba menanyakan detail penerima, tapi tidak mendapat jawaban pasti. Tidak lama kemudian justru muncul di media sosial,’’ ujarnya, Rabu (25/2).
Dia menyebut laporan tersebut merupakan aduan pertama sejak program berjalan.
Padahal, SPPG Lembeyan Kulon setiap hari melayani 3.316 penerima manfaat MBG.
Karena itu, pemkab menilai belum ada alasan kuat untuk menghentikan operasional layanan hanya berdasarkan satu laporan yang belum terverifikasi.
’’Kalau satu dugaan langsung ditutup tentu kurang bijak. Program ini melayani ribuan penerima manfaat,’’ tegasnya.
Meski demikian, kemungkinan adanya kelalaian teknis tetap diakui.
Dugaan sementara mengarah pada proses penyortiran bahan makanan yang kurang optimal sebelum distribusi.
Sebagai tindak lanjut, seluruh SPPG di Magetan diminta melakukan evaluasi total, khususnya pada sistem quality control.
’’Standar pelayanan sebenarnya sudah ada. Yang perlu dilakukan sekarang evaluasi dan audit ulang agar kejadian serupa tidak terulang,’’ tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto