Jawa Pos Radar Magetan – Penanganan longsor talud di sisi selatan Telaga Sarangan mulai menemukan titik terang.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo memastikan proses perbaikan segera memasuki tahap kajian teknis awal setelah peninjauan lapangan bersama Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufti, Kamis (26/2).
Ali Mufti mengatakan secara teknis penanganan longsor tidak menghadapi kendala berarti.
BBWS dinilai memiliki kapasitas untuk menindaklanjuti perbaikan konstruksi secara bertahap.
’’Kami memastikan persoalan longsor ditangani dengan tahapan yang jelas, baik dari sisi waktu maupun langkah teknisnya,’’ ujarnya.
Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji menjelaskan tahap awal penanganan dimulai dengan pengeboran tanah pada Maret mendatang.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi sekaligus menentukan lapisan pondasi paling kuat.
’’Hasil pengeboran akan diuji di laboratorium sekitar tiga minggu, kemudian dilanjutkan penyusunan desain teknis kurang lebih satu bulan,’’ jelasnya.
Setelah desain rampung, dokumen konstruksi akan dilengkapi dokumen lingkungan termasuk Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) sebelum diajukan ke pemerintah pusat untuk proses penganggaran.
Talud yang ambrol diperkirakan memiliki panjang sekitar 70 meter dengan tinggi mencapai tujuh meter.
Pelaksanaan perbaikan juga menyesuaikan debit air telaga yang masih dimanfaatkan untuk irigasi dan kebutuhan industri gula di wilayah sekitar.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pemanfaatan sisa lelang (PSL) diproyeksikan berlangsung Juni atau Juli, dilanjutkan proses lelang pekerjaan sekitar satu bulan. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto