‘’Mekanisme seharusnya kepala daerah yang mengusulkan ke kami untuk diteruskan ke dewan kehomatan presiden. Di Jatim kami lakukan berbeda. Ada tim yang menilai indikator-indikator yang diusulkan ke pusat,’’ kata Kepala BKKBN Jatim Mari Ernawati.
Dia mengungkapkan, banyak capaian Kabupaten Madiun yang berhasil melampaui angka provinsi maupun nasional. Kepesertaan KB, misalnya, jika di Jatim KB aktif hanya 67 persen, di Kabupaten Madiun sudah mencapai 70 persen.
Kehamilan kelompok umur 15-19 tahun juga jauh lebih rendah dibanding angka provinsi. Yakni, 17 persen berbanding 31 persen. ‘’Ada juga regulasi pemanfaatan dana desa dan alokasi dana desa untuk penurunan dan penekanan angka stunting,’’ imbuhnya.
Ketua tim verifikasi setmilpres Elisa Cintia Dewi menambahkan, timnya memikili komponen tersendiri untuk pendalaman dan pengajuan usulan penerima penghargaan itu. Di antaranya, inovasi, jasa, serta manfaat bagi negara dan masyarakat.
‘’Harapan kami, program bisa berkelanjutan serta ada roadmap jangka pendek, menegah, dan panjang,’’ tuturnya.
Sementara itu, Bupati Ahmad Dawami menyebutkan bahwa indikator yang ada bukan patokan keberhasilan. Melainkan bukti nyata rampungnya permasalahan di masyarakat. Baik melalui penaganan fisik maupun non-fisik. Pun, dia berharqap penghargaan bakal jatih ke Pemkab Madiun. ‘’Penghargaan itu nantinya untuk semua tim yang terlibat dari Kabupaten Madiun,’’ tegasnya. (odi/isd) Editor : Hengky Ristanto