EP Catalyst Pelan tapi Menghantam, Post Shoegaze dari Band Nouva asal Palu

Jawa Pos Radar Madiun – Kadangkala tidak semua musik keras harus terdengar keras.
Kadang, justru yang pelan yang paling lama tinggal. Itu yang ditawarkan Nouva lewat EP Catalyst.
Band asal Palu ini tidak datang dengan ledakan. Mereka memilih merambat perlahan, tenang, lalu tanpa sadar menempel di kepala.
Noise yang Tidak Ribut
Sejak terbentuk pada 2022, Nouva mengolah referensi dari My Bloody Valentine, Slowdive, hingga Deftones. Tapi mereka tidak sekadar meniru.
Di tangan Aco Bokritz, Fauzan, dan Lidya, pengaruh itu dilebur jadi lanskap suara yang mengawang.
Distorsi tetap tebal, tapi tidak menekan. Ia seperti kabut—menutup, tapi sekaligus memberi ruang.
Evolusi yang Tidak Terburu-Buru
Jejak awal mereka sudah terasa sejak “EchoDrive” (2025). Tapi di Catalyst, arah itu terasa lebih jelas. Lebih rapi, tanpa kehilangan rasa mentahnya.
Rilisan ini seperti lanjutan yang memang direncanakan, bukan sekadar kumpulan lagu.



