Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seaside Buka Babak Baru di Same Old / Same New, Tetap Dream Pop tapi Lebih Matang

D
Penulis: Dani Erwanto❯
Seaside kembali lewat Same Old / Same New, album kedua yang meramu dream pop, shoegaze, nostalgia, dan warna baru bersama Nabila.
Seaside kembali lewat Same Old / Same New, album kedua yang meramu dream pop, shoegaze, nostalgia, dan warna baru bersama Nabila.

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun – Ada yang tetap familier, tetapi ada pula sesuatu yang terasa berbeda. Seaside akhirnya membuka cerita baru lewat Same Old / Same New, album penuh kedua yang datang setelah perjalanan panjang sejak Undone pada 2013.

Band asal Jakarta tersebut tidak serta-merta membongkar identitas yang selama ini melekat pada musik mereka.

Dream pop dan shoegaze masih menjadi fondasi, lengkap dengan atmosfer melankolis dan lapisan suara mengawang yang menjadi karakter Seaside.

Advertisement

Namun, Same Old / Same New menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar mengulang formula lama. Seaside memperluas ruang musikalnya dengan pendekatan yang terasa lebih matang sekaligus berani.

Kenangan Lama dalam Ruang yang Lebih Luas

Advertisement

Melankolia masih menjadi salah satu napas utama Same Old / Same New. Album tersebut membawa pendengarnya memasuki berbagai lapisan cerita mengenai ingatan yang belum selesai, kerinduan, hingga refleksi atas perjalanan hidup.

Alih-alih menyingkirkan karakter lama demi terdengar berbeda, Seaside memilih mengembangkannya. Lapisan gitar yang mengawang, nuansa hangat, dan emosi yang cenderung tenang tetap menjadi fondasi perjalanan album.

Pendekatan tersebut membuat Same Old / Same New seperti sebuah persimpangan. Seaside masih membawa jejak dari perjalanan sebelumnya, tetapi mulai mengarah menuju wilayah baru.

Nabila Bawa Warna Baru untuk Seaside

Salah satu perubahan penting datang melalui kehadiran Nabila sebagai vokalis baru. Karakter vokalnya memberikan dinamika berbeda pada musik Seaside tanpa membuat band tersebut kehilangan wajah yang telah dikenal pendengarnya.

Perubahan itu sekaligus memperkuat gagasan yang tersirat dalam judul Same Old / Same New. Ada sesuatu yang lama dan tetap dipertahankan, sementara sesuatu yang baru perlahan tumbuh bersamanya.

Kombinasi tersebut membuat album kedua ini bukan semata-mata menjadi penanda kembalinya Seaside setelah perjalanan panjang sejak Undone.

Advertisement

Artikel Terkait

Pressure, Cara Pineline Merangkum Cemas dan Gelisah dalam Empat Lagu

Pressure, Cara Pineline Merangkum Cemas dan Gelisah dalam Empat Lagu

Pineline merangkum kecemasan dan kegelisahan dalam mini album perdana Pressure, memadukan shoegaze, dream pop, dan indie rock.

Drizzly Makin Berkabut di Single How Do I Even Try, Dream Pop Bertemu Shoegaze

Drizzly Makin Berkabut di Single How Do I Even Try, Dream Pop Bertemu Shoegaze

Drizzly kembali setelah dua tahun lewat how do i even try, membawa dream pop berkabut dengan sentuhan shoegaze menuju EP 2027.

Berbisik dan Tenggelam di Antara Distorsi, Trio Mittelkin Asal Bogor Rilis Single Debut I Wore Pride Like a Second Skin

Berbisik dan Tenggelam di Antara Distorsi, Trio Mittelkin Asal Bogor Rilis Single Debut I Wore Pride Like a Second Skin

Trio dream pop/shoegaze asal Bogor, Mittelkin, resmi memulai debut lewat single perdana yang kental dengan nuansa emosional dan kontemplatif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer