alexametrics
27.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Satpol PP Pemkab Malinau Keluarkan Paksa Tiga Pesawat Susi Air dari Hanggar

Jawa Pos Radar Madiun – Tiga pesawat Susi Air dikeluarkan paksa dari hanggar milik Pemkab Malinau, Rabu (2/2). Selain itu, seluruh peralatan dan perlengkapan teknisi Susi Air juga ikut dikeluarkan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Para petugas penegak perda itu berdalih hanya menjalankan perintah atasan.

‘’Tapi, eksekusi yang kami lakukan bukan sembarangan. Ini memang merupakan proses terakhir. Apa yang menjadi penyebab proses terakhir seperti ini pasti ada tahapannya,’’ kata Kasatpol PP Malinau Kamran Daik kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

Dia menegaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Indri selaku perwakilan Susi Air di Malinau. Bahkan, para teknisi Susi Air-lah yang membantu satpol PP mengeluarkan pesawat-pesawat dari hanggar milik Pemkab Malinau di Bandara Robert Atty Bessing.

Baca Juga :  Duh, Bos Persebaya Alami Kecelakaan saat Bersepeda

”Kami tidak mungkin bisa memindahkan pesawat itu karena cara mengendalikannya saja kami tidak tahu. Malah yang dari belakang dan depan teknisi Susi Air yang membantu,” jelasnya.

Berdasar informasi yang beredar, eksekusi itu dilakukan karena kontrak Susi Air telah habis. Susi Air melayani penerbangan di Kalimantan Utara (Kaltara) sejak 10 tahun lalu.

Corporate Secretary Susi Air Nadine Kaiser membantah kabar tentang kontrak habis tersebut. Putri Susi Pudjiastuti itu menjelaskan, pada November 2021, pihaknya telah mengajukan surat perpanjangan kontrak untuk 2022 kepada Pemkab Malinau. Surat balasan yang diterima, kata Nadine, memang berupa penolakan perpanjangan, tetapi tanpa didasari alasan yang jelas. (hai/c14/ttg/JPG/her)

Jawa Pos Radar Madiun – Tiga pesawat Susi Air dikeluarkan paksa dari hanggar milik Pemkab Malinau, Rabu (2/2). Selain itu, seluruh peralatan dan perlengkapan teknisi Susi Air juga ikut dikeluarkan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Para petugas penegak perda itu berdalih hanya menjalankan perintah atasan.

‘’Tapi, eksekusi yang kami lakukan bukan sembarangan. Ini memang merupakan proses terakhir. Apa yang menjadi penyebab proses terakhir seperti ini pasti ada tahapannya,’’ kata Kasatpol PP Malinau Kamran Daik kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

Dia menegaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Indri selaku perwakilan Susi Air di Malinau. Bahkan, para teknisi Susi Air-lah yang membantu satpol PP mengeluarkan pesawat-pesawat dari hanggar milik Pemkab Malinau di Bandara Robert Atty Bessing.

Baca Juga :  Penjelasan Polda Banten soal Kronologis Pak Wiranto Ditusuk di Pandeglang

”Kami tidak mungkin bisa memindahkan pesawat itu karena cara mengendalikannya saja kami tidak tahu. Malah yang dari belakang dan depan teknisi Susi Air yang membantu,” jelasnya.

Berdasar informasi yang beredar, eksekusi itu dilakukan karena kontrak Susi Air telah habis. Susi Air melayani penerbangan di Kalimantan Utara (Kaltara) sejak 10 tahun lalu.

Corporate Secretary Susi Air Nadine Kaiser membantah kabar tentang kontrak habis tersebut. Putri Susi Pudjiastuti itu menjelaskan, pada November 2021, pihaknya telah mengajukan surat perpanjangan kontrak untuk 2022 kepada Pemkab Malinau. Surat balasan yang diterima, kata Nadine, memang berupa penolakan perpanjangan, tetapi tanpa didasari alasan yang jelas. (hai/c14/ttg/JPG/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/