alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Kementerian PUPR Tata Kawasan Pura Agung Besakih

BALI, Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan Pura Agung Besakih di Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali ditata ulang. Pekerjaan itu kini tengah ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Adapun, penataan tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi kawasan cagar budaya Pura Agung Besakih yang merupakan pusat peribadatan umat Hindu di Bali sekaligus sebagai destinasi wisata kelas dunia.

‘’Pada saat upacara besar pengunjungnya akan sangat ramai, sehingga perlu dibuat jalur masuk dan keluar yang berbeda disamping pengaturan sirkulasi jalan,’’ kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari Jawapos.com, Minggu (8/5).

Basuki mengatakan, pekerjaan fisik penataan kawasan tidak akan menyentuh area bangunan utama Pura Besakih yang digunakan sebagai tempat ibadah. ‘’Penataan kawasan ini adalah untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung yang beribadah dan berwisata,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mahfud MD Memang Jujur, Tapi Tidak Etis

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah, Bali I Nyoman Sutresna mengatakan, pekerjaan dilakukan pada dua area, yaitu area Bencingah dan area Manik Mas. Ditargetkan pemanfaatan bangunan pada 2023 mendatang. (her/JPG)

BALI, Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan Pura Agung Besakih di Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali ditata ulang. Pekerjaan itu kini tengah ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Adapun, penataan tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi kawasan cagar budaya Pura Agung Besakih yang merupakan pusat peribadatan umat Hindu di Bali sekaligus sebagai destinasi wisata kelas dunia.

‘’Pada saat upacara besar pengunjungnya akan sangat ramai, sehingga perlu dibuat jalur masuk dan keluar yang berbeda disamping pengaturan sirkulasi jalan,’’ kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari Jawapos.com, Minggu (8/5).

Basuki mengatakan, pekerjaan fisik penataan kawasan tidak akan menyentuh area bangunan utama Pura Besakih yang digunakan sebagai tempat ibadah. ‘’Penataan kawasan ini adalah untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung yang beribadah dan berwisata,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bom Ikan Meledak di Pasuruan, Dua Tewas

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah, Bali I Nyoman Sutresna mengatakan, pekerjaan dilakukan pada dua area, yaitu area Bencingah dan area Manik Mas. Ditargetkan pemanfaatan bangunan pada 2023 mendatang. (her/JPG)

Most Read

Artikel Terbaru

/