23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Evakuasi Bangkai Bus Maut di Sarangan Habiskan Waktu Tiga Hari

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Medan yang terjal membuat proses evakuasi bangkai bus maut berjalan lambat. Kamis (8/12), petugas butuh waktu hingga lima jam untuk memindahkan bus dari tempat kejadian perkara (TKP) menuju area parkir Lawu Green Forest (LGF). Perlu diketahui, jarak TKP ke LGF mencapai 500 meter. ‘’Evakuasi melibatkan dua alat berat,’’ ungkap Kasatlantas Polres Magetan AKP Trifonia Situmorang.

Proses evakuasi dimulai sejak Selasa (6/12). Hingga kemarin, artinya petugas butuh waktu tiga hari untuk mengevakuasi bus maut tersebut. ‘’Sebab posisi bus berada di jurang dan di area hutan,’’ terangnya.

Pada hari pertama evakuasi, petugas fokus mengamankan barang-barang penumpang. Lalu di hari kedua, Rabu (7/12), petugas berusaha membalikkan bus. Saat itu, petugas butuh waktu delapan jam untuk membalik bus yang terguling.

Baca Juga :  Naskah Soal US SMPN di Magetan Mulai Disusun

Di hari ketiga kemarin, petugas berupaya memindahkan bangkai bus. ‘’Selama proses evakuasi, kami tidak diperbolehkan menebang pohon. Jadi proses evakuasi harus sangat berhati-hati,’’ jelas Trifonia.

Diberitakan sebelumnya, bus maut bernopol H 1470 AG diduga mengalami rem blong dan terperosok ke jurang di Jalan Raya Cemorosewu-Sarangan, Minggu (4/12) lalu. Ada tujuh korban tewas akibat insiden ini.

Sebelum kecelakaan merenggut nyawa warga Manyaran, Kota Semarang, pada Minggu lalu, Jalan Cemorosewu-Sarangan juga kerap menelan nyawa pengguna jalan. Tahun lalu, tercatat ada tiga pengguna jalan yang meninggal di ruas tersebut. Sementara di 2020, ada dua korban meninggal dunia. ‘’Pengguna jalan harus lebih berhati-hati. Banyak kecelakaan terjadi pada hari libur,’’ pungkasnya. (mg1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Medan yang terjal membuat proses evakuasi bangkai bus maut berjalan lambat. Kamis (8/12), petugas butuh waktu hingga lima jam untuk memindahkan bus dari tempat kejadian perkara (TKP) menuju area parkir Lawu Green Forest (LGF). Perlu diketahui, jarak TKP ke LGF mencapai 500 meter. ‘’Evakuasi melibatkan dua alat berat,’’ ungkap Kasatlantas Polres Magetan AKP Trifonia Situmorang.

Proses evakuasi dimulai sejak Selasa (6/12). Hingga kemarin, artinya petugas butuh waktu tiga hari untuk mengevakuasi bus maut tersebut. ‘’Sebab posisi bus berada di jurang dan di area hutan,’’ terangnya.

Pada hari pertama evakuasi, petugas fokus mengamankan barang-barang penumpang. Lalu di hari kedua, Rabu (7/12), petugas berusaha membalikkan bus. Saat itu, petugas butuh waktu delapan jam untuk membalik bus yang terguling.

Baca Juga :  Empat Bocah Perempuan Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Pancing

Di hari ketiga kemarin, petugas berupaya memindahkan bangkai bus. ‘’Selama proses evakuasi, kami tidak diperbolehkan menebang pohon. Jadi proses evakuasi harus sangat berhati-hati,’’ jelas Trifonia.

Diberitakan sebelumnya, bus maut bernopol H 1470 AG diduga mengalami rem blong dan terperosok ke jurang di Jalan Raya Cemorosewu-Sarangan, Minggu (4/12) lalu. Ada tujuh korban tewas akibat insiden ini.

Sebelum kecelakaan merenggut nyawa warga Manyaran, Kota Semarang, pada Minggu lalu, Jalan Cemorosewu-Sarangan juga kerap menelan nyawa pengguna jalan. Tahun lalu, tercatat ada tiga pengguna jalan yang meninggal di ruas tersebut. Sementara di 2020, ada dua korban meninggal dunia. ‘’Pengguna jalan harus lebih berhati-hati. Banyak kecelakaan terjadi pada hari libur,’’ pungkasnya. (mg1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru