alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Mendag Tegaskan Akan Berantas Mafia Minyak Goreng 

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menegaskan akan menindak tegas mafia yang telah memicu stok sekaligus harga minyak goreng melambung dan langka di pasaran. Dalam rencana aksi ini pihak Kemendag menggandeng Polri untuk penindakan.

‘’Saat ini kita masih melihat kemungkinan-kemungkinan karena tingginya harga di luar negeri menyebabkan orang-orang berpikir untuk berbuat curang. Ini yang sedang kita cek dan kita peringatkan, terutama mafia-mafia migor yang berusaha mendapatkan keuntungan sesaat. Kemendag dan Polri akan datang dan tertibkan,’’ tegas Lutfi, Selasa (15/3).

Hal itu diungkapkan oleh Lutfi disela kegiatannya meninjau pabrik minyak goreng (migor) di PT Bina Karya Prima, Jakarta Utara. Sedikitnya ada 23,49 juta liter yang telah diproduksi pabrik migor itu periode 1–12 Maret 2022.

Saat ini, stok migor sangat melimpah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Karena itu, Lutfi memastikan operasional pabrik terus berjalan dan migor dapat didistribusikan hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Invasi Harga Minyak Goreng

‘’Ketika kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) dikerjakan dengan baik, sebenarnya mampu mengurai permasalahan migor. Dalam 28 hari terakhir stok migor mencapai 500 juta liter. Namun demikian, harga di pasar masih mengalami permasalahan,’’ ungkap Lutfi.

Seperti diketahui pada periode 1–12 Maret, PT BKP telah memproduksi 23,49 juta liter minyak goreng. Dari jumlah tersebut 12,87 juta liter diproduksi di pabrik yang berlokasi di Marunda, Jakarta Utara. Rata-rata produksi hariannya mencapai 1,43 juta liter/hari.

Selain itu, produksi juga dilakukan di pabrik yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur sebanyak 10,62 juta liter dengan rata-rata produksi hariannya mencapai 1,18 juta liter. Produksi minyak goreng PT BKP dilakukan setiap hari nonstop (setiap hari 24 jam, dalam seminggu). Dalam peninjauan ini, Lutfi juga berbincang dengan sopir truk yang sedang menunggu muatan untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia. (her/adv)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menegaskan akan menindak tegas mafia yang telah memicu stok sekaligus harga minyak goreng melambung dan langka di pasaran. Dalam rencana aksi ini pihak Kemendag menggandeng Polri untuk penindakan.

‘’Saat ini kita masih melihat kemungkinan-kemungkinan karena tingginya harga di luar negeri menyebabkan orang-orang berpikir untuk berbuat curang. Ini yang sedang kita cek dan kita peringatkan, terutama mafia-mafia migor yang berusaha mendapatkan keuntungan sesaat. Kemendag dan Polri akan datang dan tertibkan,’’ tegas Lutfi, Selasa (15/3).

Hal itu diungkapkan oleh Lutfi disela kegiatannya meninjau pabrik minyak goreng (migor) di PT Bina Karya Prima, Jakarta Utara. Sedikitnya ada 23,49 juta liter yang telah diproduksi pabrik migor itu periode 1–12 Maret 2022.

Saat ini, stok migor sangat melimpah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Karena itu, Lutfi memastikan operasional pabrik terus berjalan dan migor dapat didistribusikan hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Balita 2,5 Tahun Tewas Dihajar Bapak Tiri

‘’Ketika kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) dikerjakan dengan baik, sebenarnya mampu mengurai permasalahan migor. Dalam 28 hari terakhir stok migor mencapai 500 juta liter. Namun demikian, harga di pasar masih mengalami permasalahan,’’ ungkap Lutfi.

Seperti diketahui pada periode 1–12 Maret, PT BKP telah memproduksi 23,49 juta liter minyak goreng. Dari jumlah tersebut 12,87 juta liter diproduksi di pabrik yang berlokasi di Marunda, Jakarta Utara. Rata-rata produksi hariannya mencapai 1,43 juta liter/hari.

Selain itu, produksi juga dilakukan di pabrik yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur sebanyak 10,62 juta liter dengan rata-rata produksi hariannya mencapai 1,18 juta liter. Produksi minyak goreng PT BKP dilakukan setiap hari nonstop (setiap hari 24 jam, dalam seminggu). Dalam peninjauan ini, Lutfi juga berbincang dengan sopir truk yang sedang menunggu muatan untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/