alexametrics
27.6 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Dewan Tuding Bantuan Rehab RTLH di Kecamatan Parang Kurang Tepat Sasaran

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sorotan wakil rakyat tertuju pada pelaksanaan program bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Sejumlah warga penerima ditengarai tak berhak dikucuri bantuan tersebut. Temuan itu didapat kala Komisi D DPRD Magetan menyidak pelaksanaan rehab RTLH di Kecamatan Parang kemarin (15/6). ‘’Ada penerima yang mampu menambah sendiri biaya rehab,’’ kata Parni Hadi, anggota Komisi D DPRD Magetan.

Di Kecamatan Parang, Parni dan rombongan menyidak pelaksanaan rehab RTLH di tiga desa. Yakni, Desa Parang, Bungkuk, dan Ngunut. Pihaknya mendapati sejumlah penerima tergolong masyarakat mampu. Bahkan, ada yang mampu menambah sendiri biaya rehab rumah sampai Rp 50 juta. ‘’Padahal bantuan dari pemerintah hanya sekitar Rp 20 juta,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Berani Beda Harga, Sanksi Akibatnya

Temuan semacam ini, menurut Parni, dapat diibaratkan sebagai fenomena gunung es. Bisa jadi ada lebih banyak warga yang sejatinya tak berhak, namun mendapat bantuan rehab RTLH. ‘’Ini menimbulkan rasa kurang adil di masyarakat,’’ ujar politisi Partai Gerindra itu.

Wakil rakyat menyarankan agar pemkab lebih cermat dalam menyeleksi data calon penerima bantuan RTLH. Salah satunya dengan mengoptimalkan tahapan verifikasi faktual di lapangan. Selebihnya, legislator mengapresiasi peran warga dalam menyukseskan program ini. ‘’Target pemkab ada empat ribu unit RTLH yang diberi bantuan. Bantuan yang diberikan harus tepat sasaran supaya jumlah RTLH betul-betul berkurang,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sorotan wakil rakyat tertuju pada pelaksanaan program bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Sejumlah warga penerima ditengarai tak berhak dikucuri bantuan tersebut. Temuan itu didapat kala Komisi D DPRD Magetan menyidak pelaksanaan rehab RTLH di Kecamatan Parang kemarin (15/6). ‘’Ada penerima yang mampu menambah sendiri biaya rehab,’’ kata Parni Hadi, anggota Komisi D DPRD Magetan.

Di Kecamatan Parang, Parni dan rombongan menyidak pelaksanaan rehab RTLH di tiga desa. Yakni, Desa Parang, Bungkuk, dan Ngunut. Pihaknya mendapati sejumlah penerima tergolong masyarakat mampu. Bahkan, ada yang mampu menambah sendiri biaya rehab rumah sampai Rp 50 juta. ‘’Padahal bantuan dari pemerintah hanya sekitar Rp 20 juta,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Telat 16 Hari, Rekanan Proyek Gedung Literasi Kena Denda Rp 128 Juta

Temuan semacam ini, menurut Parni, dapat diibaratkan sebagai fenomena gunung es. Bisa jadi ada lebih banyak warga yang sejatinya tak berhak, namun mendapat bantuan rehab RTLH. ‘’Ini menimbulkan rasa kurang adil di masyarakat,’’ ujar politisi Partai Gerindra itu.

Wakil rakyat menyarankan agar pemkab lebih cermat dalam menyeleksi data calon penerima bantuan RTLH. Salah satunya dengan mengoptimalkan tahapan verifikasi faktual di lapangan. Selebihnya, legislator mengapresiasi peran warga dalam menyukseskan program ini. ‘’Target pemkab ada empat ribu unit RTLH yang diberi bantuan. Bantuan yang diberikan harus tepat sasaran supaya jumlah RTLH betul-betul berkurang,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/