23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Riwayat Kerja Tak Relevan, 44 Pelamar PPPK Teknis Kabupaten Madiun Gugur

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah pelamar calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) teknis di Kabupaten Madiun pasrah. Terutama yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

‘’Hari ini, tidak ada sanggahan masuk,’’ kata Kabid Pengembagan Pegawai, Pendidikan, dan Pelatihan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun Sri Diana Dewi Kusumaningrum, Senin (16/1).

Diketahui, kemarin merupakan masa sanggah hari pertama. Namun, pihaknya belum menerima satu pun sanggahan dari pelamar. Padahal, verifikator telah mencoret puluhan pelamar dalam tahap administrasi. ‘’Ada 44 pelamar yang TMS (tidak memenuhi syarat),’’ ungkap Diana.

Puluhan pelamar TMS itu karena berbagai faktor. Mayoritas, karena riwayat kerja tidak relevan dengan jabatan yang dilamar. Kemudian, ketidaksesuaian ijazah dengan syarat yang ditentukan. Misal, pelamar mencantumkan ijazah D-4 padahal persyaratanya S-1.

Baca Juga :  554 Guru Honorer di Pacitan Resmi Dikontrak sebagai PPPK

‘’Ada juga karena beberapa dokumen menggunakan materai sama, kelihatan dari nomor serinya,’’ ujarnya.

Para pelamar TMS itu masih punya peluang untuk maju ke seleksi tahap berikutnya. Yakni memanfaatkan masa sanggah pada16-18 Januari ini. ‘’Sanggahan diterima atau tidak akan diumumkan pada 26-28 Januari nanti,’’ ungkap Diana.

Sekadar diketahui, tersedia 18 formasi dalam rekrutmen calon PPPK teknis kali ini. Seluruh formasi berada di bawah naungan dinas pertanian dan perikanan (disperta). ‘’Untuk formasi PPPK teknis, total ada 70 pelamar. Yang MS (memenuhi syarat) 26,’’ jelasnya. (den/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah pelamar calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) teknis di Kabupaten Madiun pasrah. Terutama yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

‘’Hari ini, tidak ada sanggahan masuk,’’ kata Kabid Pengembagan Pegawai, Pendidikan, dan Pelatihan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun Sri Diana Dewi Kusumaningrum, Senin (16/1).

Diketahui, kemarin merupakan masa sanggah hari pertama. Namun, pihaknya belum menerima satu pun sanggahan dari pelamar. Padahal, verifikator telah mencoret puluhan pelamar dalam tahap administrasi. ‘’Ada 44 pelamar yang TMS (tidak memenuhi syarat),’’ ungkap Diana.

Puluhan pelamar TMS itu karena berbagai faktor. Mayoritas, karena riwayat kerja tidak relevan dengan jabatan yang dilamar. Kemudian, ketidaksesuaian ijazah dengan syarat yang ditentukan. Misal, pelamar mencantumkan ijazah D-4 padahal persyaratanya S-1.

Baca Juga :  Ribuan Honorer di Ponorogo Menanti Diangkat Jadi PPPK

‘’Ada juga karena beberapa dokumen menggunakan materai sama, kelihatan dari nomor serinya,’’ ujarnya.

Para pelamar TMS itu masih punya peluang untuk maju ke seleksi tahap berikutnya. Yakni memanfaatkan masa sanggah pada16-18 Januari ini. ‘’Sanggahan diterima atau tidak akan diumumkan pada 26-28 Januari nanti,’’ ungkap Diana.

Sekadar diketahui, tersedia 18 formasi dalam rekrutmen calon PPPK teknis kali ini. Seluruh formasi berada di bawah naungan dinas pertanian dan perikanan (disperta). ‘’Untuk formasi PPPK teknis, total ada 70 pelamar. Yang MS (memenuhi syarat) 26,’’ jelasnya. (den/sat)

Most Read

Artikel Terbaru