alexametrics
23.3 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Mahfud MD Memang Jujur, Tapi Tidak Etis

PENGAMAT  komunikasi politik Emrus Sihombing meyakini, kesaksian Mahfud MD di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) beberapa hari lalu soal drama penentuan calon wakil presiden pendamping Jokowi, memang benar terjadi dan sama sekali bukan rekayasa.

Alasannya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menceritakan kegagalannya menjadi cawapres, secara sistematis, jelas dan sangat natural.

“Tapi, sekalipun itu fakta, tak semua pembicaraan di panggung belakang atau komunikasi privat, harus diungkapkan ke permukaan,” ujar Emrus kepada JPNN, Jumat (17/8).

Pengajar di Universitas Pelita Harapan ini menilai, Mahfud harusnya terlebih dahulu membicarakan kondisi yang terjadi di antara mereka dengan Jokowi, Ma’ruf Amin, Muhaimin Iskandar, Romahurmuzy dan Said Aqil Siradj.

Baca Juga :  Ediaan! Mucikari Vanessa Angel Punya Stok 45 Artis dan 100 Model

Nama-nama ini sebelumnya disebut dalam testimoni Mahfud MD, diduga sebagai penyebab batalnya mantan Menteri Pertahanan di era Gus Dur itu duduk sebagai pendamping Jokowi.

Emrus menilai, dengan komunikasi yang baik maka hal-hal yang dinilai kurang tepat diungkapkan ke ruang publik, tak menjadi konsumsi masyarakat secara luas.

“Karena harus diketahui, pernyataan Mahfud sepertinya berpeluang menimbulkan penilaian kurang produktif dari masyarakat, terhadap orang-orang yang disebutkan,” pungkas Direktur Eksekutif EmrusCorner ini. (gir/jpnn)

PENGAMAT  komunikasi politik Emrus Sihombing meyakini, kesaksian Mahfud MD di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) beberapa hari lalu soal drama penentuan calon wakil presiden pendamping Jokowi, memang benar terjadi dan sama sekali bukan rekayasa.

Alasannya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menceritakan kegagalannya menjadi cawapres, secara sistematis, jelas dan sangat natural.

“Tapi, sekalipun itu fakta, tak semua pembicaraan di panggung belakang atau komunikasi privat, harus diungkapkan ke permukaan,” ujar Emrus kepada JPNN, Jumat (17/8).

Pengajar di Universitas Pelita Harapan ini menilai, Mahfud harusnya terlebih dahulu membicarakan kondisi yang terjadi di antara mereka dengan Jokowi, Ma’ruf Amin, Muhaimin Iskandar, Romahurmuzy dan Said Aqil Siradj.

Baca Juga :  Ini Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia di Piala Asia U-16 2018

Nama-nama ini sebelumnya disebut dalam testimoni Mahfud MD, diduga sebagai penyebab batalnya mantan Menteri Pertahanan di era Gus Dur itu duduk sebagai pendamping Jokowi.

Emrus menilai, dengan komunikasi yang baik maka hal-hal yang dinilai kurang tepat diungkapkan ke ruang publik, tak menjadi konsumsi masyarakat secara luas.

“Karena harus diketahui, pernyataan Mahfud sepertinya berpeluang menimbulkan penilaian kurang produktif dari masyarakat, terhadap orang-orang yang disebutkan,” pungkas Direktur Eksekutif EmrusCorner ini. (gir/jpnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/