alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Mendag Tegaskan Subsidi Minyak Goreng Curah Tepat Sasaran Sampai Pasar

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah seperti disampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bakal menyubsidi harga minyak goreng (migor) curah  yang  ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 14.000 per liter.

Sementara itu, harga minyak goreng kemasan sederhana dan premium bakal  mengikuti harga keekonomian di pasar. Terkait hal ini, pemerintah terus mengawal minyak goreng subsidi dan tak segan menangkap oknum yang menimbun atau menyelewengkannya.

Hal itu disampaikan Mendag Lutfi di sela-sela kunjungannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/3) lalu. Lutfi tidak sendirian. Dia ditemani Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke  Nurwan  dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana.

“Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan memastikan bahwa tidak ada lagi migor yang tidak sesuai peruntukannya. Migor yang diolaholeh pabrik akan dipastikan distribusinya sampai ke pasar kemudian disubsidi agar harga sesuai dengan ketentuan, yaitu Rp 14.000/liter atau setara Rp 15.500/kg,” tutur Lutfi.

Dia menyatakan jumlah stok migor melimpah dengan harga keekonomian sesuai dengan keputusan rapat terbatas yang telah disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. “Pemerintah akan hadir memasok migor curah subsidi dan saat ini sedang disesuaikan aturan secepatnya. Ini ditargetkan akan diselesaikan segera dan diharapkan akan menyelesaikan permasalahan migor saat ini,” ujar Lutfi.

Lutfi  menyampaikan, ketegangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia menyebabkan lonjakan  harga minyak nabati dunia karena kedua negara tersebut merupakan penghasil minyak nabati dari bunga matahari. “Sebagai penggantinya minyak nabati tersebut, minyak kelapa sawit mengalami lonjakan harga dari Rp 14.600/liter pada awal Februari menjadi Rp 18.000/liter pada Maret ini,”ucapnya.

Baca Juga :  Harga di Pasaran Mahal, Perempuan di Madiun Curi Minyak Goreng di Minimarket

Mendag Lutfi mengungkapkan, sebelumnya migor sulit didapat karena melawan mekanisme pasar. Perbedaan antara harga migor yang ditetapkan Pemerintah dengan harga internasional cukup tinggi yang menyebabkan banyaknya oknum berbuat curang dengan mengambil keuntungan sesaat.

“Untuk itu, Kemendagbersama Polri akan melakukan tindakan  tegas  dengan  menangkap  pelaku kecurangan, terutama penyalahgunaan  migor  curah  subsidi  untuk  kebutuhan  industri.  Kita akan membasmi mafia yang berbuat curang karena subsidi migor curah untuk masyarakat,”terang Mendag Lutfi.

Secara  umum, harga barang kebutuhan pokok  di Pasar Senen Jakarta beranjak  turun.  Namun demikian masih terdapat beberapa bapok yang mulai mengalami kenaikan. “Harga bapok, khususnya daging sapi mulai beranjak naik menjadi Rp 130.000–135.000. Untuk itu,  Pemerintah  telah  menugaskan  Bulog  untuk  mendatangkan  daging  kerbau  dari  India  dengan harga di masyarakat Rp 80 ribu untuk menyeimbangkan harga,” tandas Lutfi.

Berdasarkan  pantauan, harga beras medium beras  medium Rp 11.000/kg,  beras  premium Rp 12.500/kg,  gula  pasir Rp 14.000/kg,  tepung  terigu  Rp 11.000/kg,  daging  ayam  ras  Rp 33.000–40.000/kg,  telur  ayam ras  Rp 23.000–24.000/kg, cabe  merah  keriting  Rp50.000–55.000/kg, cabe merah  besar  Rp 55.000/kg,  cabe  rawit  merah  Rp60.000–65.000/kg,  bawang  merah Rp 40.000/kg, bawang putih honan Rp 30.000/kg, serta bawang putih kating Rp 35.000/kg. (her/adv)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah seperti disampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bakal menyubsidi harga minyak goreng (migor) curah  yang  ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 14.000 per liter.

Sementara itu, harga minyak goreng kemasan sederhana dan premium bakal  mengikuti harga keekonomian di pasar. Terkait hal ini, pemerintah terus mengawal minyak goreng subsidi dan tak segan menangkap oknum yang menimbun atau menyelewengkannya.

Hal itu disampaikan Mendag Lutfi di sela-sela kunjungannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/3) lalu. Lutfi tidak sendirian. Dia ditemani Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke  Nurwan  dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana.

“Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan memastikan bahwa tidak ada lagi migor yang tidak sesuai peruntukannya. Migor yang diolaholeh pabrik akan dipastikan distribusinya sampai ke pasar kemudian disubsidi agar harga sesuai dengan ketentuan, yaitu Rp 14.000/liter atau setara Rp 15.500/kg,” tutur Lutfi.

Dia menyatakan jumlah stok migor melimpah dengan harga keekonomian sesuai dengan keputusan rapat terbatas yang telah disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. “Pemerintah akan hadir memasok migor curah subsidi dan saat ini sedang disesuaikan aturan secepatnya. Ini ditargetkan akan diselesaikan segera dan diharapkan akan menyelesaikan permasalahan migor saat ini,” ujar Lutfi.

Lutfi  menyampaikan, ketegangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia menyebabkan lonjakan  harga minyak nabati dunia karena kedua negara tersebut merupakan penghasil minyak nabati dari bunga matahari. “Sebagai penggantinya minyak nabati tersebut, minyak kelapa sawit mengalami lonjakan harga dari Rp 14.600/liter pada awal Februari menjadi Rp 18.000/liter pada Maret ini,”ucapnya.

Baca Juga :  Ada Perusuh Demo Bawaslu Mengaku Dibayar, Lebih Kurang Rp 6 Juta

Mendag Lutfi mengungkapkan, sebelumnya migor sulit didapat karena melawan mekanisme pasar. Perbedaan antara harga migor yang ditetapkan Pemerintah dengan harga internasional cukup tinggi yang menyebabkan banyaknya oknum berbuat curang dengan mengambil keuntungan sesaat.

“Untuk itu, Kemendagbersama Polri akan melakukan tindakan  tegas  dengan  menangkap  pelaku kecurangan, terutama penyalahgunaan  migor  curah  subsidi  untuk  kebutuhan  industri.  Kita akan membasmi mafia yang berbuat curang karena subsidi migor curah untuk masyarakat,”terang Mendag Lutfi.

Secara  umum, harga barang kebutuhan pokok  di Pasar Senen Jakarta beranjak  turun.  Namun demikian masih terdapat beberapa bapok yang mulai mengalami kenaikan. “Harga bapok, khususnya daging sapi mulai beranjak naik menjadi Rp 130.000–135.000. Untuk itu,  Pemerintah  telah  menugaskan  Bulog  untuk  mendatangkan  daging  kerbau  dari  India  dengan harga di masyarakat Rp 80 ribu untuk menyeimbangkan harga,” tandas Lutfi.

Berdasarkan  pantauan, harga beras medium beras  medium Rp 11.000/kg,  beras  premium Rp 12.500/kg,  gula  pasir Rp 14.000/kg,  tepung  terigu  Rp 11.000/kg,  daging  ayam  ras  Rp 33.000–40.000/kg,  telur  ayam ras  Rp 23.000–24.000/kg, cabe  merah  keriting  Rp50.000–55.000/kg, cabe merah  besar  Rp 55.000/kg,  cabe  rawit  merah  Rp60.000–65.000/kg,  bawang  merah Rp 40.000/kg, bawang putih honan Rp 30.000/kg, serta bawang putih kating Rp 35.000/kg. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/