alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Gubernur Khofifah Dapat Penghargaan dari Perpusnas RI

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Penghargaan tingkat nasional diperoleh oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dari Perpusnas RI. Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi lantaran perpustakaan di Jatim telah mengantongi akreditasi terbanyak di bandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Per Maret 2022, Perpusnas mencatat jumlah perpustakaan di Jatim yang sudah terakreditasi ada 1.896. Kemudian disusul DIY sebanyak 1.054 perpustakaan, Jateng 949 perpustakaan, dan Kepulauan Bangka Belitung 869 perpustakaan.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Perpusnas RI M. Syarif Bando kepada Gubernur Khofifah saat acara peningkatan indeks literasi masyarakat untuk kesejahteraan di Surabaya pada Sabtu (16/4) lalu. ‘’Perpustakaan yang terakreditasi tingkat provinsi per Maret 2022, Jawa Timur berada di tingkat pertama dengan nilai 1.896. Ini menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan literasi di Jatim,” kata Khofifah.

Gubernur mengaku berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat hingga diperolehnya penghargaan dari Perpusnas. Dia berharap keseriusan dan kegigihan Pemprov Jatim dalam  mengembangkan perpustakaan khususnya terkait literasi masyarakat untuk kesejahteraan  ke depannya dapat terwujud.

‘’Kami sampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat melalui Perpusnas kepada Pemprov Jawa Timur. Semoga ikhtiar ini dapat semakin meningkatkan literasi masyarakat khususnya literasi untuk  mensejahterakan masyarakat Jawa Timur,’’ ujarnya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasinya kepada Perpusnas dan seluruh kepala daerah di Jatim. Terutama beberapa daerah yang saat ini mendapat stimulan mendirikan pojok baca digital (pocadi). ‘’Kalau pocadi bisa ditumbuhkembangkan di kecamatan, maka proses literasi digital yang bisa mendongkrak UMKM agar melakukan transformasi digital bisa lebih dekat,’’ kata Khofifah.

Dengan adanya pocadi yang menjadi stimulan dari Perpusnas, Khofifah berharap hal itu dapat mendorong peningkatan transformasi digital UMKM yang saat ini mencapai  44 persen. Sehingga, UMKM dapat berkembang dan bisa mengakses pasar global.

‘’Apa yang menjadi inisiasi perluasan untuk meningkatkan literasi digital bagi UMKM perlu ditumbuh kembangkan lebih cepat lagi. Saya mengajak untuk  semua yang hadir secara langsung maupun virtual agar hal ini  bisa menjadi inspirasi kita semua,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas RI juga memberikan beberapa bantuan kepada kepala daerah di Jatim. Bantuan tersebut berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan dan perluasan gedung, pocadi, Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), Buku Kemas Ulang Informasi Naskah Kuno tentang Majapahit berupa Pararaton, Negarakertagama, Ranggalawe, Babad Tanah Jawi dan Naskah Nusantara Jawa Timur.

Khusus untuk DAK bantuan pembangunan dan perluasan gedung tahun anggaran 2022 diberikan kepada Kab. Sampang, Kab. Nganjuk dan Kab. Madiun. Selain DAK, Kepala Perpusnas RI juga menyerahkan secara simbolik  program Pojok Baca Digital (POCADI).

Daerah yang menerima antara lain Trenggalek, Gresik, Jember, Tuban, Probolinggo, Lamongan, Pamekasan, Kota Batu dan Kota Mojokerto. Sementara, untuk MPK dan Buku Kemas Ulang Informasi Naskah Kuno, M. Syarif Bando juga menyerahkannya kepada Gubernur Khofifah.

Baca Juga :  Khofifah Minta Pemda Perkuat Mitigasi Gempa-Tsunami
LESTARIKAN NASKAH KUNO: Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima buku kemas ulang informasi naskah kuno tentang Majapahit dari Kepala Perpusnas RI M. Syarif Bando.

Tingkat Kegemaran Membaca Warga Jatim Masuk Kategori Tinggi

GUBERNUR Khofifah mengaku tengah menekankan pentingnya peningkatan berbagai  literasi bagi masyarakat. Menurutnya, saat ini diperlukan percepatan literasi gitital, literasi finance, literasi budaya termasuk literasi masyarakat untuk kesejahteraan dan sebagainya.

Khofifah menambahkan, semangat dalam membaca dan upaya mencerdaskan masyarakat merupakan bagian penting sebagai penguat yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya, peningkatan pertumbuhan kontribusi UMKM di Jatim dari 57,25 persen  tahun 2021 menjadi 57,81 persen. Salah satunya juga karena adanya literasi pada pelaku UMKM.

“Saya juga meminta kepada bupati/wali kota di Jatim untuk terus membentuk dan mendukung adanya perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Timur serta perpustakaan keliling. Ini semua untuk peningkatan literasi masyarakat demi kesejahteraan ” jelasnya.

Sementara untuk kewenangan di bidang perpustakaan yang wajib dilakukan pemerintah daerah, Khofifah menyebut, Pemprov Jatim telah menetapkan dua kebijakan strategis. Yakni pembinaan Perpustakaan serta pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno. “Ini menjadi kewenangan yang dilakukan sesuai Undang-Undang 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan,” katanya.

Untuk pembinaan Perpustakaan sendiri meliputi pengelolaan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca di tingkat daerah. Sedang untuk pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno, Pemprov Jatim melakukan pelestarian karya cetak dan karya rekam (KCKR), penerbitan katalog induk daerah (KID) dan bibliografi, lalu pelestarian naskah kuno. “Untuk survey Perpusnas RI tahun 2021 menunjukkan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat Jawa Timur masuk dalam kategori tinggi, yakni sebesar 64,20,” jelas Khofifah.

Jumlah Perpustakaan Jatim yang Sudah Terakreditasi Terbanyak Se-Indonesia

DI Jatim sendiri, sebut Khofifah, jumlah Perpustakaan yang sudah berdiri sebanyak 27.866 perpustakaan. Jumlah tersebut meliputi perpustakaan umum, perpustakaan sekolah/madrasah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan desa/kelurahan, perpustakaan rumah ibadah, perpustakaan pondok pesantren (ponpes), perpustakaan taman baca, dan perpustakaan dinas/instansi.

“Kami terus mendorong peningkatan jumlah perpustakaan yang mencerdaskan dan menguatkan kapasitas masyarakat  di Jawa Timur. Termasuk lewat peningkatan akreditasi. Seperti beberapa saat lalu, Perpustakaan UPTP Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah milik Pemprov Jatim yang berada di Kota Malang mendapatkan akreditasi A dari Perpusnas,” jelas mantan Menteri Sosial RI itu.

Hadir di acara tersebut, Kepala Perpusnas RI M. Syarif Bando, anggota Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki, Tenaga Ahli Perpustakaan RI Dra. Sri Sularsih, MSi, Guru Besar Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UNM) Prof. Dr. Djoko Saryono, MPd, anggota Komisi E DPRD Jatim, Bupati/Walikota se Jatim, seluruh Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, serta beberapa undangan yang mengikuti secara daring. (*/adv)

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Penghargaan tingkat nasional diperoleh oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dari Perpusnas RI. Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi lantaran perpustakaan di Jatim telah mengantongi akreditasi terbanyak di bandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Per Maret 2022, Perpusnas mencatat jumlah perpustakaan di Jatim yang sudah terakreditasi ada 1.896. Kemudian disusul DIY sebanyak 1.054 perpustakaan, Jateng 949 perpustakaan, dan Kepulauan Bangka Belitung 869 perpustakaan.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Perpusnas RI M. Syarif Bando kepada Gubernur Khofifah saat acara peningkatan indeks literasi masyarakat untuk kesejahteraan di Surabaya pada Sabtu (16/4) lalu. ‘’Perpustakaan yang terakreditasi tingkat provinsi per Maret 2022, Jawa Timur berada di tingkat pertama dengan nilai 1.896. Ini menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan literasi di Jatim,” kata Khofifah.

Gubernur mengaku berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat hingga diperolehnya penghargaan dari Perpusnas. Dia berharap keseriusan dan kegigihan Pemprov Jatim dalam  mengembangkan perpustakaan khususnya terkait literasi masyarakat untuk kesejahteraan  ke depannya dapat terwujud.

‘’Kami sampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat melalui Perpusnas kepada Pemprov Jawa Timur. Semoga ikhtiar ini dapat semakin meningkatkan literasi masyarakat khususnya literasi untuk  mensejahterakan masyarakat Jawa Timur,’’ ujarnya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasinya kepada Perpusnas dan seluruh kepala daerah di Jatim. Terutama beberapa daerah yang saat ini mendapat stimulan mendirikan pojok baca digital (pocadi). ‘’Kalau pocadi bisa ditumbuhkembangkan di kecamatan, maka proses literasi digital yang bisa mendongkrak UMKM agar melakukan transformasi digital bisa lebih dekat,’’ kata Khofifah.

Dengan adanya pocadi yang menjadi stimulan dari Perpusnas, Khofifah berharap hal itu dapat mendorong peningkatan transformasi digital UMKM yang saat ini mencapai  44 persen. Sehingga, UMKM dapat berkembang dan bisa mengakses pasar global.

‘’Apa yang menjadi inisiasi perluasan untuk meningkatkan literasi digital bagi UMKM perlu ditumbuh kembangkan lebih cepat lagi. Saya mengajak untuk  semua yang hadir secara langsung maupun virtual agar hal ini  bisa menjadi inspirasi kita semua,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas RI juga memberikan beberapa bantuan kepada kepala daerah di Jatim. Bantuan tersebut berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan dan perluasan gedung, pocadi, Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), Buku Kemas Ulang Informasi Naskah Kuno tentang Majapahit berupa Pararaton, Negarakertagama, Ranggalawe, Babad Tanah Jawi dan Naskah Nusantara Jawa Timur.

Khusus untuk DAK bantuan pembangunan dan perluasan gedung tahun anggaran 2022 diberikan kepada Kab. Sampang, Kab. Nganjuk dan Kab. Madiun. Selain DAK, Kepala Perpusnas RI juga menyerahkan secara simbolik  program Pojok Baca Digital (POCADI).

Daerah yang menerima antara lain Trenggalek, Gresik, Jember, Tuban, Probolinggo, Lamongan, Pamekasan, Kota Batu dan Kota Mojokerto. Sementara, untuk MPK dan Buku Kemas Ulang Informasi Naskah Kuno, M. Syarif Bando juga menyerahkannya kepada Gubernur Khofifah.

Baca Juga :  Gubernur Endus Migor Ditimbun
LESTARIKAN NASKAH KUNO: Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima buku kemas ulang informasi naskah kuno tentang Majapahit dari Kepala Perpusnas RI M. Syarif Bando.

Tingkat Kegemaran Membaca Warga Jatim Masuk Kategori Tinggi

GUBERNUR Khofifah mengaku tengah menekankan pentingnya peningkatan berbagai  literasi bagi masyarakat. Menurutnya, saat ini diperlukan percepatan literasi gitital, literasi finance, literasi budaya termasuk literasi masyarakat untuk kesejahteraan dan sebagainya.

Khofifah menambahkan, semangat dalam membaca dan upaya mencerdaskan masyarakat merupakan bagian penting sebagai penguat yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya, peningkatan pertumbuhan kontribusi UMKM di Jatim dari 57,25 persen  tahun 2021 menjadi 57,81 persen. Salah satunya juga karena adanya literasi pada pelaku UMKM.

“Saya juga meminta kepada bupati/wali kota di Jatim untuk terus membentuk dan mendukung adanya perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Timur serta perpustakaan keliling. Ini semua untuk peningkatan literasi masyarakat demi kesejahteraan ” jelasnya.

Sementara untuk kewenangan di bidang perpustakaan yang wajib dilakukan pemerintah daerah, Khofifah menyebut, Pemprov Jatim telah menetapkan dua kebijakan strategis. Yakni pembinaan Perpustakaan serta pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno. “Ini menjadi kewenangan yang dilakukan sesuai Undang-Undang 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan,” katanya.

Untuk pembinaan Perpustakaan sendiri meliputi pengelolaan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca di tingkat daerah. Sedang untuk pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno, Pemprov Jatim melakukan pelestarian karya cetak dan karya rekam (KCKR), penerbitan katalog induk daerah (KID) dan bibliografi, lalu pelestarian naskah kuno. “Untuk survey Perpusnas RI tahun 2021 menunjukkan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat Jawa Timur masuk dalam kategori tinggi, yakni sebesar 64,20,” jelas Khofifah.

Jumlah Perpustakaan Jatim yang Sudah Terakreditasi Terbanyak Se-Indonesia

DI Jatim sendiri, sebut Khofifah, jumlah Perpustakaan yang sudah berdiri sebanyak 27.866 perpustakaan. Jumlah tersebut meliputi perpustakaan umum, perpustakaan sekolah/madrasah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan desa/kelurahan, perpustakaan rumah ibadah, perpustakaan pondok pesantren (ponpes), perpustakaan taman baca, dan perpustakaan dinas/instansi.

“Kami terus mendorong peningkatan jumlah perpustakaan yang mencerdaskan dan menguatkan kapasitas masyarakat  di Jawa Timur. Termasuk lewat peningkatan akreditasi. Seperti beberapa saat lalu, Perpustakaan UPTP Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah milik Pemprov Jatim yang berada di Kota Malang mendapatkan akreditasi A dari Perpusnas,” jelas mantan Menteri Sosial RI itu.

Hadir di acara tersebut, Kepala Perpusnas RI M. Syarif Bando, anggota Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki, Tenaga Ahli Perpustakaan RI Dra. Sri Sularsih, MSi, Guru Besar Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UNM) Prof. Dr. Djoko Saryono, MPd, anggota Komisi E DPRD Jatim, Bupati/Walikota se Jatim, seluruh Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, serta beberapa undangan yang mengikuti secara daring. (*/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/