23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Jelang Imlek, Wisata Religi Tempat Ibadah Lima Agama Ramai

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wisata religi tempat ibadah lima agama di kompleks kediaman mendiang Kiai Aly Mursyid di Desa Bulakrejo, Balerejo, beberapa hari terakhir tampak lebih ramai dari biasanya. Itu tidak terlepas dari momen tahun baru imlek.

Sejumlah warga sengaja datang ke lokasi tersebut untuk mengenalkan bangunan kelenteng -tempat ibadah umat Tri Dharma- meski hanya berupa miniatur.

‘’Karena di Caruban tidak ada kelenteng, jadi ke sini. Ingin perlihatan ke anak-anak seperti apa kelenteng itu,’’ kata Risma Sari, salah seorang pengunjung, Jumat (20/1).

Marjoko, salah seorang pengelola kompleks kediaman Kiai Aly Mursyid, menyatakan bahwa selama ini pengunjung cenderung heterogen. Tidak terbatas kalangan umat salah satu agama.

Baca Juga :  Integrasi Digitalisasi Informasi Satu Data Vaksin COVID-19, Dua BUMN Digandeng

Meski begitu, pihaknya tidak menggelar event khusus saat momen masing-masing agama. ‘’Hanya ada perayaan saat haul Kiai Aly Mursyid,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, selama ini pengunjung paling ramai saat weekend dan musim liburan seperti Natal dan tahun baru. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai Madiun Raya hingga Nganjuk dan Solo. Pun, didominasi rombongan pelajar dengan tujuan menambah pengetahuan sekaligus berwisata.

‘’Dibuka untuk umum baru satu tahun terakhir,’’ tuturnya. ‘’Siapa saja boleh berkunjung tanpa dipungut tiket masuk,’’ imbuhnya. (mg3/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wisata religi tempat ibadah lima agama di kompleks kediaman mendiang Kiai Aly Mursyid di Desa Bulakrejo, Balerejo, beberapa hari terakhir tampak lebih ramai dari biasanya. Itu tidak terlepas dari momen tahun baru imlek.

Sejumlah warga sengaja datang ke lokasi tersebut untuk mengenalkan bangunan kelenteng -tempat ibadah umat Tri Dharma- meski hanya berupa miniatur.

‘’Karena di Caruban tidak ada kelenteng, jadi ke sini. Ingin perlihatan ke anak-anak seperti apa kelenteng itu,’’ kata Risma Sari, salah seorang pengunjung, Jumat (20/1).

Marjoko, salah seorang pengelola kompleks kediaman Kiai Aly Mursyid, menyatakan bahwa selama ini pengunjung cenderung heterogen. Tidak terbatas kalangan umat salah satu agama.

Baca Juga :  Tak Punya Grand Design Jelas, Sejumlah Desa Wisata di Madiun Mati Suri

Meski begitu, pihaknya tidak menggelar event khusus saat momen masing-masing agama. ‘’Hanya ada perayaan saat haul Kiai Aly Mursyid,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, selama ini pengunjung paling ramai saat weekend dan musim liburan seperti Natal dan tahun baru. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai Madiun Raya hingga Nganjuk dan Solo. Pun, didominasi rombongan pelajar dengan tujuan menambah pengetahuan sekaligus berwisata.

‘’Dibuka untuk umum baru satu tahun terakhir,’’ tuturnya. ‘’Siapa saja boleh berkunjung tanpa dipungut tiket masuk,’’ imbuhnya. (mg3/isd)

Most Read

Artikel Terbaru