alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Kini PPKM Level 4 Kota Madiun Tak Seketat Dulu

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Status PPKM Kota Madiun saat ini memang berada di level 4. Tapi, pemkot tak memberlakukan sejumlah pengetatan kegiatan seperti dulu. Aktivitas masyarakat seakan diperlonggar. Namun, peringatan disiplin protokol kesehatan (prokes) tetap wajib dijalankan.

Sejak Kota Madiun ditetapkan berstatus PPKM level 4 pada Selasa (22/2) lalu, sampai dengan saat ini belum ditindaklanjuti adanya instruksi wali kota (Inwal). Dengan kata lain, mobilitas warga dibiarkan berjalan seperti biasanya.

Ihwal kebijakan pembatasan, Wali Kota Madiun Maidi bakal menyesuaikan Inmendagri 12/2022. Namun, pihaknya tidak ingin saklek dalam menerapkan. Perlu kajian mendalam, terutama menganalisis jumlah warga kota dan warga luar daerah yang dirawat di Kota Madiun hingga memicu BOR naik. ‘’Belum belum (pembatasan, Red),’’ sebutnya, Rabu (23/2).

Menurut Maidi, akan merugikan jika yang terpapar warga luar kota tetapi warganya terkungkung dalam pembatasan. Sebab, kasus warga kota tidak separah data pasien di rumah sakit. ‘’Kasihan warga kota dibatasi, sedangkan yang mengisi BOR itu warga luar daerah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Harga Daging Ayam Meroket di Kota Madiun, Satu Kilogram Tembus Rp 37 Ribu

Sedangkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi dan inmendagri. Teknisnya, satuan pendidikan diminta menyesuaikan peta persebaran Covid-19. Jika ditemukan tiga sampai empat kasus, sekolah dikunci sementara (kuntara). ‘’Kami pantau terus, pelajar terpapar Covid-19 sementara tidak ada temuan baru,’’ ujarnya.

Maidi juga bakal memaksimalkan peran satgas penanganan Covid-19. Gerilya lebih intens memantau dan mengawasi kedisiplinan masyarakat. Pun, menekan mobilitas masyarakat. Pagi dan malam, satgas keliling wilayah kota. ‘’Satgas sudah turun kembali, kami bersinergi dengan TNI-Polri untuk pengawasan prokes (protokol kesehatan),’’ ungkapnya.

Pun, gerai masker dan vaksinasi bakal diperluas. Maidi bakal menyisir masyarakat yang tak mengindahkan prokes. Pun, mengajak vaksinator mencari warga yang belum divaksin. ‘’Jika ditemukan warga yang belum divaksin, langsung divaksin,’’ tegasnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Status PPKM Kota Madiun saat ini memang berada di level 4. Tapi, pemkot tak memberlakukan sejumlah pengetatan kegiatan seperti dulu. Aktivitas masyarakat seakan diperlonggar. Namun, peringatan disiplin protokol kesehatan (prokes) tetap wajib dijalankan.

Sejak Kota Madiun ditetapkan berstatus PPKM level 4 pada Selasa (22/2) lalu, sampai dengan saat ini belum ditindaklanjuti adanya instruksi wali kota (Inwal). Dengan kata lain, mobilitas warga dibiarkan berjalan seperti biasanya.

Ihwal kebijakan pembatasan, Wali Kota Madiun Maidi bakal menyesuaikan Inmendagri 12/2022. Namun, pihaknya tidak ingin saklek dalam menerapkan. Perlu kajian mendalam, terutama menganalisis jumlah warga kota dan warga luar daerah yang dirawat di Kota Madiun hingga memicu BOR naik. ‘’Belum belum (pembatasan, Red),’’ sebutnya, Rabu (23/2).

Menurut Maidi, akan merugikan jika yang terpapar warga luar kota tetapi warganya terkungkung dalam pembatasan. Sebab, kasus warga kota tidak separah data pasien di rumah sakit. ‘’Kasihan warga kota dibatasi, sedangkan yang mengisi BOR itu warga luar daerah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Suasana Haru Warnai Pemakaman Dylan Sahara di TPU Taman Arum

Sedangkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi dan inmendagri. Teknisnya, satuan pendidikan diminta menyesuaikan peta persebaran Covid-19. Jika ditemukan tiga sampai empat kasus, sekolah dikunci sementara (kuntara). ‘’Kami pantau terus, pelajar terpapar Covid-19 sementara tidak ada temuan baru,’’ ujarnya.

Maidi juga bakal memaksimalkan peran satgas penanganan Covid-19. Gerilya lebih intens memantau dan mengawasi kedisiplinan masyarakat. Pun, menekan mobilitas masyarakat. Pagi dan malam, satgas keliling wilayah kota. ‘’Satgas sudah turun kembali, kami bersinergi dengan TNI-Polri untuk pengawasan prokes (protokol kesehatan),’’ ungkapnya.

Pun, gerai masker dan vaksinasi bakal diperluas. Maidi bakal menyisir masyarakat yang tak mengindahkan prokes. Pun, mengajak vaksinator mencari warga yang belum divaksin. ‘’Jika ditemukan warga yang belum divaksin, langsung divaksin,’’ tegasnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/