27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

33 Ribu Pekerja di Jatim Berpotensi Tak Dapat BSU, Ini Penyebabnya

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemberian bantuan subsidi upah (BSU) oleh pemerintah pusat di wilayah Jatim belum berjalan mulus. Hingga kini, baru separo dari seluruh pekerja yang berpotensi mengikuti program itu sudah ter-cover. Pemicu utamanya adalah belum lengkapnya syarat yang diperlukan.

Berdasar data BPJS Ketenagakerjaan Jatim, dari potensi pekerja Jatim yang bakal mendapatkan BSU batch 1 dan 2 yang mencapai 1,2 juta orang, hingga saat ini baru 626.267 pekerja yang sudah menerima bantuan. Dengan total bantuan mencapai Rp 375 miliar itu.

Dari seluruh pekerja yang belum menerima BSU, 33.875 pekerja sebenarnya sudah lolos verifikasi. Namun, karena persyaratan yang dibutuhkan belum lengkap, akhirnya bantuan tersebut belum didapat.

Baca Juga :  Anak-anak Rentan Gigitan Aedes Aegypti

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim Deny Yusyulian menjelaskan, ada sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi para pekerja. ’’Mulai rekening bank yang sudah nonaktif, persoalan nomor induk kependudukan (NIK), hingga nomor ponsel dan syarat lain belum dicantumkan,” katanya seperti dilansir dari Jawapos.com.

Di luar data itu, juga masih ada sekitar 300 ribu pekerja yang belum punya nomor rekening bank himbara, yang menjadi salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan bantuan upah.

BPJS Ketenagakerjaan Jatim sudah memberikan sosialisasi ke pekerja dan perusahaan untuk melengkapinya. ’’Kami berharap perusahaan juga responsif untuk melaporkan dan memberi informasi ke pekerjanya,’’ katanya. (JPG/her)

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemberian bantuan subsidi upah (BSU) oleh pemerintah pusat di wilayah Jatim belum berjalan mulus. Hingga kini, baru separo dari seluruh pekerja yang berpotensi mengikuti program itu sudah ter-cover. Pemicu utamanya adalah belum lengkapnya syarat yang diperlukan.

Berdasar data BPJS Ketenagakerjaan Jatim, dari potensi pekerja Jatim yang bakal mendapatkan BSU batch 1 dan 2 yang mencapai 1,2 juta orang, hingga saat ini baru 626.267 pekerja yang sudah menerima bantuan. Dengan total bantuan mencapai Rp 375 miliar itu.

Dari seluruh pekerja yang belum menerima BSU, 33.875 pekerja sebenarnya sudah lolos verifikasi. Namun, karena persyaratan yang dibutuhkan belum lengkap, akhirnya bantuan tersebut belum didapat.

Baca Juga :  Generasi Muda Lamongan: Erick Thohir Pemimpin Peduli-Tanggung Jawab

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim Deny Yusyulian menjelaskan, ada sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi para pekerja. ’’Mulai rekening bank yang sudah nonaktif, persoalan nomor induk kependudukan (NIK), hingga nomor ponsel dan syarat lain belum dicantumkan,” katanya seperti dilansir dari Jawapos.com.

Di luar data itu, juga masih ada sekitar 300 ribu pekerja yang belum punya nomor rekening bank himbara, yang menjadi salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan bantuan upah.

BPJS Ketenagakerjaan Jatim sudah memberikan sosialisasi ke pekerja dan perusahaan untuk melengkapinya. ’’Kami berharap perusahaan juga responsif untuk melaporkan dan memberi informasi ke pekerjanya,’’ katanya. (JPG/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/