alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

166 Pejabat Struktural Pemkot Madiun Difungsionalkan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pejabat struktural setingkat eselon IV resmi difungsionalkan pada hari ini (31/12). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Ngrowo Bening. Total 166 pejabat masuk list konversi jabatan pengawas menjadi fungsional ahli muda tersebut.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, itu merupakan instruksi pemerintah pusat. Yakni, Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diteken Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri. SE ditujukan kepada seluruh kepala daerah. ‘’Kami sudah terima suratnya,’’ kata Soeko, Jumat (31/12).

Salah satu isi surat tersebut adalah list daerah yang telah mengajukan usulan penyetaraan jabatan. Antara lain Kota Madiun. Selanjutnya Kemendagri menginstruksikan sumpah dan jabatan digelar paling lambat hari ini. ‘’Kami usahakan sebelum jam 00.00 WIB (2022) ada pelantikan,’’ ujarnya.

Soeko menambahkan, regulasi pemerintah pusat itu mengatur penyederhanaan birokrasi menjadi dua level eselon secara bertahap. ‘’Mewujudkan pegawai yang profesional sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kini Naik Pesawat Tidak Perlu Antigen, Jangan Lengah Jika Ada yang Batuk

Soeko menyebut, kebijakan ini terbilang barang baru. Sehingga, perlu penataan dan penyesuaian. Dia berharap pejabat yang dilantik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya. ‘’Ini barang baru dan pekerjaan rumah bagi seluruh daerah,’’ ungkapnya.

Terkait hak dan tunjangan yang melekat, dipastikan tidak akan merugikan. Sebagaimana arahan presiden, kebijakan tersebut tidak boleh merugikan dari sisi kesejahteraan pegawai. ‘’Jadi, paling tidak sama dengan jabatan sebelumnya,’’ terang Soeko.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang terpengaruh. Salah satunya mekanisme kenaikan pangkat. Bagi pejabat fungsional, harus mencari kredit poin. Dari sisi kinerjanya pun berbeda. Sedangkan pejabat struktural, empat tahun baru bisa naik pangkat. ‘’Kalau menganggap kendala, otomatis stagnan. Makanya untuk fungsional effort-nya harus lebih tinggi,’’ tegasnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pejabat struktural setingkat eselon IV resmi difungsionalkan pada hari ini (31/12). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Ngrowo Bening. Total 166 pejabat masuk list konversi jabatan pengawas menjadi fungsional ahli muda tersebut.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, itu merupakan instruksi pemerintah pusat. Yakni, Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diteken Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri. SE ditujukan kepada seluruh kepala daerah. ‘’Kami sudah terima suratnya,’’ kata Soeko, Jumat (31/12).

Salah satu isi surat tersebut adalah list daerah yang telah mengajukan usulan penyetaraan jabatan. Antara lain Kota Madiun. Selanjutnya Kemendagri menginstruksikan sumpah dan jabatan digelar paling lambat hari ini. ‘’Kami usahakan sebelum jam 00.00 WIB (2022) ada pelantikan,’’ ujarnya.

Soeko menambahkan, regulasi pemerintah pusat itu mengatur penyederhanaan birokrasi menjadi dua level eselon secara bertahap. ‘’Mewujudkan pegawai yang profesional sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Teliti Kelompok Samin, Septian Diganjar Juara II LPSL Jatim

Soeko menyebut, kebijakan ini terbilang barang baru. Sehingga, perlu penataan dan penyesuaian. Dia berharap pejabat yang dilantik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya. ‘’Ini barang baru dan pekerjaan rumah bagi seluruh daerah,’’ ungkapnya.

Terkait hak dan tunjangan yang melekat, dipastikan tidak akan merugikan. Sebagaimana arahan presiden, kebijakan tersebut tidak boleh merugikan dari sisi kesejahteraan pegawai. ‘’Jadi, paling tidak sama dengan jabatan sebelumnya,’’ terang Soeko.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang terpengaruh. Salah satunya mekanisme kenaikan pangkat. Bagi pejabat fungsional, harus mencari kredit poin. Dari sisi kinerjanya pun berbeda. Sedangkan pejabat struktural, empat tahun baru bisa naik pangkat. ‘’Kalau menganggap kendala, otomatis stagnan. Makanya untuk fungsional effort-nya harus lebih tinggi,’’ tegasnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/