Acara kenduri itu tak ketinggalan dilengkapi tumpeng. Namun, isinya 500 durian lokal berbagai jenis hingga membentuk ketinggian sekitar 5 meter. Selain durian, tumpeng dilengkapi beberapa hasil bumi Desa Suluk lainnya seperti buah rambutan, mundung, dan alpukat.
Setelah doa bersama, ratusan durian itu dibagikan secara cuma-cuma kepada pengunjung. ‘’Ini pertama kali dilaksanakan,’’ sebut Daryono.
Desa Suluk memang dikenal sebagai sentra buah durian lokal di Kabupaten Madiun yang memiliki citarasa khas. Bahkan, nyaris setiap RT di desa tersebut terdapat lahan produktif yang ditanami durian. Jenis durian yang menjadi unggulan adalah bawon. ‘’Rasa dan aromanya lebih menyengat,’’ imbuhnya.
Menurut Daryono, Desa Suluk yang memiliki ketinggian 450 MDPL sangat ideal untuk budi daya durian. Pun, nyaris setiap rumah di desa setempat memiliki jenis tanaman itu. ‘’Selain dikonsumi dalam bentuk buah, ada yang diolah jadi durian goreng, roti durian, dan sebagainya,’’ ungkapnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto