Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Video Bocah Perempuan Mengemis di Jalan Viral, Petugas Dinsos dan Satpol PP Bawa Ibu dan Dua Anaknya ke Shelter Sosial

Budhi Prasetya • Kamis, 11 Januari 2024 | 00:45 WIB

DIBINA: Pengemis satu keluarga yang mengeksploitasi anak diamankan dan dibina petugas Dinsos Grobogan.
DIBINA: Pengemis satu keluarga yang mengeksploitasi anak diamankan dan dibina petugas Dinsos Grobogan.
 

GROBOGAN, Jawa Pos Radar Madiun  – Dinas Sosial  dan Satpol PP Kabupaten Grobogan merespon cepat video yang memperlihatkan seorang bocah perempuan mengemis dan tertidur di pinggir jalan.

Video yan g beredar dan viral itu membuat dua organisasi perangkat daerah (OPD) itu turun ke jalan. Mereka berhasil membawa ibu dan dua anaknya yang terekam dalam video tersebut ke shelter sosial pada Senin (8/1) malam.

Dilansir dari Radar Kudus (JawaPos Group), petugas dinsos dan satpol PP sempat terlibat aksi kejar-kejaran dalam proses pengamanan mereka.

"Setelah kami mendapati laporan tersebut. Sejak habis magrib saya sudah melakukan pengintaian. Anaknya sudah ketemu duluan, tetapi ibunya cukup licin. Memantau anaknya dari jauh. Saat itu ibunya berada di bawah air mancur alun-alun," ungkap Subkor Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Yuli Herawati, seperti dikutip dari Radar Kudus.

Usai mengetahui posisi ibu dan anaknya, lanjut Yuli, ia langsung menghubungi Satpol PP untuk meminta bantuan pengamanan ibu dan anak tersebut.

"Sempat ibunya lari. Hingga akhirnya tertangkap di dekat hotel Kencana," katanya.

Setelah berhasil diamankan, ibu dengan dua orang anaknya dibawa ke selter sosial. Sampai di sana, ketiganya histeris dan berteriak-teriak, menolak ditempatkan di sana.

"Akhirnya saya suruh membuat surat pernyataan bermaterai, dengan disaksikan keluarga dan pegawai kelurahan. Ibunya berjanji jika tertangkap lagi, sanggup dihukum dan anaknya siap dimasukkan ke panti," ujarnya.

Kepada petugas, dalam sehari, mereka mengaku mendapatkan uang rata-rata Rp 50 ribu. Namun sang ibu menolak menunjukkan tas yang ia bawa.

“Setelah kami selidiki, kami datangkan keluarganya, yang datang adik dan kakak iparnya. Kalau keluarga sudah kerap memberi nasihat, namun enggak didengar,” ungkapnya.

Diketahui, mereka selama ini tinggal di Jalan Getas Pendowo Kelurahan Kuripan Kota Purwodadi.

Ibu tersebut memiliki lima anak, tiga diantaranya diajak mengemis.

Yang bikin miris, dua dua orang anaknya yang diajak mengemis itu masih di bawah umur.

”Yang viral itu katanya kelas 1 SD. Ayahnya ada, katanya kerja sebagai pengamen," ungkapnya.

Saat dilakukan pengecekan, tambah Indri Velawati, keluarga tersebut masuk daftar penerima bantuan dari pemerintah.

Mulai dari PKH, KIS, BPNT dan KIP. Pihaknya akan berkoordinasi dengan DP3AKB untuk melakukan pembinaan lebih lanjut sekaligus mendalami kondisi keluarga tersebut. (int/him)

Editor : Budhi Prasetya
#grobogan #Viral #Video #dinas sosial