Jawa Pos Radar Madiun – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 akan dilakukan dengan pola kombinasi (hybrid).
Tidak hanya mengandalkan lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Kemenkeu juga membuka peluang besar bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kepastian atas seleksi CPNS tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam taklimat media di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa meski arah utama rekrutmen tahun depan tetap melalui sekolah kedinasan, kebutuhan tenaga lapangan yang mendesak membuat Kemenkeu membuka formasi tambahan bagi pelamar non-STAN.
Daftar Formasi CPNS Kemenkeu 2026
Untuk tahun 2026, Kemenkeu menargetkan total 579 formasi, dengan rincian:
Lulusan PKN STAN: 279 formasi
Lulusan SMA: 300 formasi
Purbaya menjelaskan bahwa alokasi 300 formasi lulusan SMA dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
“Bea Cukai perlu tenaga lapangan. Tenaga teknis Bea Cukai itu ada di mana-mana. Karena kurang orang, kami akan rekrut 300 orang lulusan SMA di seluruh Indonesia, direkrut di masing-masing lokasinya,” jelas Menkeu Purbaya, dikutip Antara, Selasa (18/11).
Rekrutmen Hybrid Lebih Terbuka
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi langkah adaptif untuk memenuhi kebutuhan operasional di berbagai wilayah sekaligus memperluas kesempatan bagi masyarakat.
“Terbuka hybrid, ada STAN dan luar STAN,” ujarnya.
Dengan dibukanya formasi SMA, proses rekrutmen CPNS Kemenkeu 2026 diperkirakan bakal menarik minat pelamar lebih luas, terutama bagi calon peserta yang ingin berkarier sebagai tenaga teknis Bea dan Cukai. (naz)
Editor : Mizan Ahsani