Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pramono Anung Ogah Masuk Gorong-gorong saat Kerja Bakti Massal di Jakarta, Ini Alasannya!

AA Arsyadani • Senin, 9 Februari 2026 | 13:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Jawa Pos Radar Madiun - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya menjawab rasa penasaran publik soal satu hal yang kerap jadi sorotan setiap kerja bakti massal: kenapa ia tak ikut turun masuk gorong-gorong?

Jawabannya lugas, santai, dan mengundang tawa.

Di sela kegiatan kerja bakti massal pascabanjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu, (8/2) Pramono menyebut alasan tersebut berkaitan dengan latar belakangnya sebagai teknokrat.

"Tadi, saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," kata Pramono kepada wartawan.

Berdiri di samping Jusuf Kalla, Pramono menegaskan bahwa kepemimpinan tak selalu harus ditunjukkan lewat aksi simbolik.

Menurutnya, keputusan strategis dan pengorganisasian justru jauh lebih krusial dalam kerja-kerja pemerintahan.

Meski begitu, Pramono tak menutup kemungkinan untuk turun langsung asal risikonya siap ditanggung.

"Sekali-sekali Gubernur DKI, masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget, kalau saya masuk gorong-gorong," ujarnya sambil berkelakar.

Baca Juga: Kampung Jepang dan Hutan Kota Madiun Ditata 2026, Disperkim Siapkan Anggaran Rp 600 Juta

Ratusan Ribu Personel Turun Bersih-bersih Jakarta

Di balik candaan tersebut, kerja bakti massal ini berlangsung serius dan masif.

Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 171.134 personel gabungan, melibatkan aparatur pemerintah, BUMD, hingga masyarakat.

"(Melaksanakan kerja bakti) Di 44 kecamatan, 267 kelurahan dan juga tentunya ada partisipasi dari BUMD, masyarakat, perusahaan, dan sebagainya. Dan sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang," kata Pramono.

Tak hanya itu, unsur Forkopimda turut turun langsung. Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya ikut berpartisipasi sebagai bentuk sinergi lintas lembaga.

"Semua Forkopimda terlibat secara bersama-sama. Ini juga menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden RI ketika Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) kemarin," lanjutnya.

Fokus Saluran Air, Bukan Sekadar Fogging

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa pembersihan difokuskan pada pengurasan dan normalisasi saluran air.

Langkah ini dinilai lebih efektif mencegah banjir sekaligus penyakit pascabanjir.

"Karena yang namanya 'fogging' (pengasapan) itu juga belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya kan dulu kita dengar 3M (menguras, menutup, mengubur/mendaur ulang). Nah, inilah harus kita sampaikan kepada masyarakat," ujar Rano.

Pemprov DKI juga mengerahkan 60 alat berat dan 144 truk untuk menangani 66 titik prioritas. Kegiatan ini diperkuat kolaborasi dengan PMI DKI Jakarta, yang menyediakan ribuan peralatan kebersihan.

Setiap kota administrasi mendapatkan dukungan logistik berupa 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak, dan 600 karung.

Rano pun mengingatkan bahwa kebersihan Jakarta tak bisa hanya dibebankan pada pemerintah.

"Memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus kita dilakukan bersama-sama," katanya. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#pemprov dki #banjir jakarta #pramono anung #gubernur dki